Radar Jember – Tiga nelayan asal Bali ditemukan terombang-ambing di perairan laut selatan, sekitar 42 mil dari Pantai Puger, Kecamatan Puger.
Ketiganya berhasil diselamatkan oleh nelayan asal Puger yang sedang melaut. Mereka ditemukan berada di atas jukung jenis speed yang terombang-ambing setelah kehabisan bahan bakar.
Ketiga nelayan tersebut masing-masing I Nyoman Budiana, 49, warga Tanjung Benoa, Bali; Keristino Sahreza, 17, warga Jalan Pettarani Blok GA/8, Bali; dan Niko Demios Landena, 48, warga Jalan Imam Bonjol Gang Rejeki 27, Br. Monang Maning, Bali.
Baca Juga: Biopori untuk Mitigasi Banjir di Komunitas Untukmu Si Kecil Jember Pinggir Kali Bedadung
KBO Satpolair Polres Jember Aiptu Agus Rianto mengatakan, ketiga nelayan itu ditemukan oleh dua nelayan asal Puger, yakni Arisandi dan Ahmad Dikrillah. Saat itu, keduanya hendak menuju rumpon yang berada di tengah laut.
"Ketika melintas, mereka melihat jukung dengan tiga orang yang terlihat terombang-ambing. Setelah didekati, ternyata mereka mengaku kehabisan bahan bakar," kata Agus.
Kedua nelayan Puger tersebut kemudian menolong ketiganya dan membawa mereka menggunakan jukung milik Arisandi, warga Puger Wetan, menuju daratan.
Berdasarkan keterangan para nelayan asal Bali tersebut, mereka berlayar pada Rabu (9/9) sekitar pukul 09.00 WITA dengan tujuan Nusa Penida.
Namun, di tengah perjalanan, jukung yang mereka gunakan kehabisan bahan bakar sehingga terombang-ambing di tengah laut selama beberapa hari.
Baca Juga: Kasus Karhutla di Jember Tembus 67 Kejadian, BPBD Perkuat Penanganan Lintas Instansi
"Pada Rabu (16/9) sekitar pukul 21.00 WIB, mereka akhirnya ditemukan oleh nelayan Puger," ujar Agus.
Setelah berhasil dievakuasi ke Desa Puger Wetan, ketiga nelayan tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya, mereka dijemput dan dibawa pulang oleh rekannya.
Sementara itu, jukung speed milik ketiga nelayan asal Bali tersebut masih berada di tengah laut. Nelayan Puger hanya mengevakuasi ketiga orang tersebut karena keterbatasan sarana untuk membawa jukung mereka.
"Untuk jukungnya masih berada di tengah laut. Nelayan Puger hanya menolong orangnya," pungkas Agus. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh