Kukuhkan Empat Profesor Baru, UIN KHAS Jember Dorong Percepatan Guru Besar PTKI

M Adhi Surya • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 10:00 WIB
PENGUKUHAN: Plt Rektor UIN KHAS Jember Prof Dr Phil Sahiron sambutan dalam pengukuhan 4 Guru Besar di UIN KHAS Jember. (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
PENGUKUHAN: Plt Rektor UIN KHAS Jember Prof Dr Phil Sahiron sambutan dalam pengukuhan 4 Guru Besar di UIN KHAS Jember. (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengukuhkan empat guru besar baru, di tengah masih minimnya jumlah profesor di lingkungan perguruan tinggi keagamaan di bawah Kemenag RI.

Dari lebih dari 800 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari satu juta orang, jumlah guru besar baru sekitar 1.730 orang.

Plt Rektor UIN KHAS Jember Prof Dr Phil Sahiron mengatakan, empat guru besar yang dikukuhkan tersebut berasal dari bidang ekonomi Islam, hukum keluarga, pendidikan atau tarbiyah, serta pemikiran Islam.

Baca Juga: Ini Nama-nama Korban asal Jember Dari Tragedi Tenggelamnya Kapal Virgo

“Alhamdulillah, hari ini di UIN KHAS Jember baru saja ada pengukuhan empat guru besar,” ujarnya.

Menurut Sahiron, penambahan profesor tidak hanya penting untuk memperkuat kapasitas akademik kampus. Para guru besar juga diharapkan mampu membawa keilmuannya keluar dari ruang kuliah dan memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

Pengabdian itu dapat dilakukan melalui pesantren, madrasah, masjid, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. “Para profesor kami harapkan ilmunya terus dimanfaatkan lebih luas, bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk masyarakat secara luas,” katanya.

Di sisi lain, para profesor juga dituntut terus mengembangkan ilmu pengetahuan dengan tetap mempertahankan khazanah pemikiran ulama terdahulu, sekaligus membuka diri terhadap teori dan keilmuan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sahiron menyebut, jumlah sekitar 1.730 guru besar di lingkungan PTKI Negeri dan Swasta masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan jumlah perguruan tingginya.

Baca Juga: Mobil Tertabrak KA Ijen Ekspres di Tanggul Jember, Mahasiswa Yordania Meninggal

Berdasarkan data Kemenag, terdapat sekitar 59 PTKIN, sementara jika digabung dengan perguruan tinggi keagamaan swasta, jumlah kampus di bawah Kemenag mencapai lebih dari 800. “Kalau profesornya hanya 1.730 sekian, ini masih sangat sedikit,” tuturnya.

Karena itu, Sahiron mendorong para dosen bergelar doktor, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, untuk segera mempersiapkan pengusulan jabatan fungsional hingga profesor.

Penambahan jumlah guru besar dinilai penting untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus mendukung akreditasi perguruan tinggi dan program studi.

“Teman-teman yang sudah doktor, baik di negeri maupun swasta, segera juga mengurus jabatan fungsionalnya. Lektor kepala, lalu kemudian profesor,” katanya.

Percepatan menuju jabatan profesor, lanjut Sahiron, tetap harus dibarengi kualitas penelitian dan publikasi. Calon guru besar harus memiliki rekam penelitian yang kuat serta publikasi pada jurnal internasional sesuai persyaratan yang berlaku.

“Kemenag RI juga menyiapkan program joint publication, joint research dengan perguruan tinggi luar negeri, serta short course internasional untuk meningkatkan kapasitas penelitian dosen,” tutur Sahiron yang juga Direktur PTKI Kemenag RI.

Baca Juga: KMP Virgo Tenggelam, Tiga Warga Jember Masih Menanti Kabar

Saat ini, UIN KHAS Jember memiliki sekitar 30 guru besar aktif. Jumlah tersebut sebenarnya pernah mencapai 37 profesor, namun sebagian telah memasuki masa pensiun.

Dengan pengukuhan empat guru besar baru, barisan profesor di UIN KHAS kembali bertambah. Sahiron berharap ke depan semakin banyak dosen, terutama kalangan muda, yang memenuhi persyaratan dan mengusulkan diri menjadi guru besar. (dhi/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
UIN KHAS Jember PTKIN guru besar