Radar Jember - Video call itu berlangsung singkat pada Sabtu pagi (12/9). Dari atas kapal Virgo Transport 8, Niki Minamri Robby, 34, masih sempat berbincang dengan ayahnya, Anwar Hidayat, 66.
Tak ada firasat buruk. Tak ada pesan terakhir yang terdengar berbeda. Hanya doa dan nasihat sederhana seorang ayah kepada anaknya sebelum kapal berlayar menuju Banjarmasin.
Anwar Hidayat masih mengingat jelas percakapan melalui video call itu. Sekitar pukul 06.20, Sabtu (12/9), saat dirinya berada di Masjid At Taqwa, Perumahan Griya Wonojati, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, telepon dari anak ketiganya, Niki Minamri Robby, masuk.
Baca Juga: Data Manifes KM Virgo Ungkap Tiga Warga Jember Ikut Berlayar, Begini Penjelasan Resmi Kepala BPBD
“Abae, Niki mau ke Banjarmasin. Ini sudah di atas kapal,” kata Niki kepada ayahnya.
Anwar lantas bertanya kapal apa yang dinaiki. “Kapal Virgo Transport,” jawab Niki.
Saat itu, Anwar sama sekali tidak menyangka percakapan tersebut bakal menjadi salah satu kenangan terakhirnya bersama sang anak.
Niki berangkat menuju Banjarmasin untuk membawa ikan menggunakan truk Thermo King. Ikan tersebut diangkut dari Banyuwangi untuk selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dari Surabaya, kapal Virgo Transport 8 dijadwalkan berlayar menuju Banjarmasin pada Sabtu malam.
Sebelum berangkat, Niki sempat mampir ke Probolinggo, tempatnya tinggal dan bekerja. Dalam percakapan itu, Anwar juga menanyakan siapa yang ikut bersama anaknya: “Amri sama siapa ke Banjarmasin?”
Baca Juga: CEK FAKTA! BPBD Jember Identifikasi Warganya dalam Daftar Penumpang Virgo Transport
“Bersama Muhammad Abdul Rosyid,” jawab Niki.
Muhammad Abdul Rosyid, 28, merupakan warga Dusun Leces, Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah. Semula, Niki berencana mengajak kakak sepupunya, Wahyu.
Namun, rencana itu batal karena Wahyu sedang mengemudikan bus. Akhirnya, Niki mengajak Rosyid untuk perjalanan tersebut.
Bagi Anwar, tidak ada yang aneh dalam percakapan pagi itu. Niki bahkan masih sempat menunjukkan roti yang didapatkannya di atas kapal ketika sang ayah bertanya apakah sudah makan.
Justru hal sederhana itulah yang kini terus terbayang di benak Anwar. Sebelum video call berakhir, Anwar hanya berpesan satu hal.
Sebagai seorang ayah sekaligus takmir Masjid At Taqwa di lingkungan tempat tinggalnya, ia mengingatkan Niki agar tetap menjalankan ibadah selama perjalanan. “Jangan lupa salat dhuha dan mengaji di kapal,” pesan Anwar.
Di telepon genggam Niki, sudah tersedia aplikasi untuk membaca Alquran. Anwar juga mengingatkan anaknya untuk memperbanyak salawat. Tidak ada firasat apa pun. Tidak ada tanda bahwa perjalanan itu akan berujung pada musibah.
Baca Juga: Ini Nama-nama Korban asal Jember Dari Tragedi Tenggelamnya Kapal Virgo
Namun, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 01.30, Anwar justru mendengar kabar ada warga di desanya yang meninggal dunia. Informasi itu muncul di grup Desa Tangguh di lingkungan perumahan.
Anwar pun ikut mengucapkan, “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.” Saat itu, ia belum mengetahui bahwa kabar kecelakaan kapal tengah menjadi peristiwa besar yang berkaitan dengan anaknya.
Pagi harinya, menantu dari anak pertama Anwar yang tinggal di Sidoarjo menelepon istrinya. Percakapan itu terasa berbeda. Ada sesuatu yang seolah disembunyikan. “Saya curiga karena menantu saya yang rumahnya di Sidoarjo hanya bicara dengan istri saya,” ujar Anwar.
Anwar kemudian meminta telepon tersebut. Ia langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. “Ada apa? Kok seperti ada yang dirahasiakan?”
Akhirnya, kabar yang paling ditakutkan itu disampaikan. Amri, panggilan Niki Minamri Robby, mengalami kecelakaan kapal. Air mata Anwar tak terbendung saat menceritakan kembali percakapan terakhir dengan anaknya. Sebab, ketika Niki berangkat, ia tidak membawa pesan khusus selain nasihat untuk beribadah.
Kini, Anwar bersama istrinya, Siti Maimunah, 62, hanya bisa menunggu kabar. Keluarga berharap Niki dan Muhammad Abdul Rosyid masih dalam keadaan selamat. Harapan itu juga dipanjatkan bersama kelompok pengajian di Perumahan Griya Wonojati.
Setiap selesai salat Subuh di Masjid At Taqwa, doa untuk keselamatan Niki dan Rosyid terus dilantunkan.
“Saya hanya mendoakan agar anak saya Niki Minamri Robby, 34, bersama Muhammad Abdul Rosyid, 28, dalam kondisi selamat. Semoga saja masih ada keajaiban dari tenggelamnya kapal Virgo Transport dari Surabaya tujuan Banjarmasin,” kata Anwar.
Di rumahnya di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Anwar menerima keluarga dan tetangga yang datang memberikan dukungan.
Di tengah penantian itu, satu hal terus melekat dalam ingatannya: layar ponsel yang menampilkan wajah Niki dari atas kapal, roti yang sempat ditunjukkan, dan pesan sederhana seorang ayah agar anaknya tidak lupa salat Duha dan mengaji. Pesan yang disampaikan seperti biasa. Namun kini, menjadi kenangan yang paling berharga bagi keluarga. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh