Lantai Dua Sepi Pembeli & Rawan Pencurian, Pedagang Pasar Tanjung Curhat Langsung ke Bupati Fawait

Maulana RJ • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:15 WIB
INSPEKSI: Bupati Gus Fawait saat inspeksi ke Pasar Tanjung, kemarin (16/9). Orang nomor  dan berdialog langsung dengan para pedagang di lokasi. (MAULANA/RADAR JEMBER)
INSPEKSI: Bupati Gus Fawait saat inspeksi ke Pasar Tanjung, kemarin (16/9). Orang nomor dan berdialog langsung dengan para pedagang di lokasi. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Suasana lantai dua Pasar Tanjung, Jember, siang kemarin (16/9) tampak lengang.

Los-los pedagang tampak sepi, kalah riuh dibanding hiruk-pikuk lapak dari terpal dan lencak yang menjejali area bawah pasar tradisional terbesar di Kabupaten Jember tersebut.

Pada siang itu pula, Bupati Jember Muhammad Fawait beserta rombongannya, melangkah menyisir lorong-lorong pasar. Ia mengaku, sengaja memilih datang ketika pasar mulai reda dari aktivitas puncak di pagi.

Baca Juga: Selama Jadi Bupati Jember, Gus Fawait Akui Baru Empat Kali Blusukan ke Pasar Tanjung

Langkahnya terhenti di beberapa titik. Ia melihat langsung sudut-sudut bangunan tua Pasar Tanjung yang kumuh.

Selain itu juga, meninjau fasilitas bangunan pasar, hingga mengamati sepinya pembeli di area lantai atas.

"Saya ingin tahu suara langsung dari pedagang, tanpa harus di-setting oleh siapa pun, tanpa diolah. Saya pengin tahu langsung," katanya.

Di lorong lantai dua, Bupati sempat berhenti lama mengobrol dengan sejumlah pedagang. Mayoritas mereka mengeluhkan kondisi pasar yang disebutnya mirip pasar mati.

Katiyem, salah seorang oedahangtdi lokasi, menyebut keberadaan pasar kaget di lantai bawah membuat pembeli enggan naik ke lantai atas. Hal itu menjadi pukulan telak bagi pedagang yang melapak di lantai dua.

Baca Juga: Kontras Dua Wajah Pasar Tanjung Jember yang Kerap Picu Ketegangan antar Pedagang

"Pembeli tidak mau naik ke atas (lantai dua, Red). Kalau naik harus bayar karcis sepeda, takut sepedanya hilang. Kalau di bawah tidak usah bayar karcis, sepedanya juga tidak usah dilepas, langsung beli," terang Katiyem, secara blak-blakan.

Selain persoalan pembeli, sejumlah pedagang lain juga menyoroti masalah keamanan pasar, sehingga rawan pencurian. Selain itu, jam operasional lapak di lantai bawah juga tak pernah ditertibkan secara konsisten.

"Karena di sini sepi, rawan barang-barang hilang, kan yang rame di bagian bawah. Coba lihat kios-kios yang di lantai dua ini. Banyak yang kosong ditinggal pedagangnya," keluh Mat Kholil, pedagang di lantai dua Pasar Tanjung.

Gus Fawait, sapaan akrab sang bupati, menyatakan komitmennya untuk menghadirkan keadilan bagi seluruh elemen pedagang. Ia menilai aspirasi yang diterimanya secara langsung dari pedagang ini murni berasal dari kepentingan masyarakat.

Meski begitu, ia mengaku harus tetap mengakomodasi semua kepentingan pedagang. "Yang di atas orang kecil, yang di bawah juga orang kecil. Yang di atas cari makan, yang di bawah juga cari makan. Mereka hanya minta ditertibkan terkait masalah jamnya saja. Sehingga tidak mengganggu pedagang yang di atas," katanya.

Baca Juga: Antisipasi Anomali Rel, KAI Daop 9 Jember Perketat Pemeriksaan di Tengah Cuaca EkstremBaca Juga: Antisipasi Anomali Rel, KAI Daop 9 Jember Perketat Pemeriksaan di Tengah Cuaca Ekstrem

Usai menyusuri bagian dalam pasar, Gus Fawait menggelar dialog dan audiensi langsung bersama puluhan pedagang pasar tersebut. Dalam forum ia, ia lagi-lagi diserbu berbagai macam aspirasi pedagang yang muaranya sama-sama menginginkan keadilan penataan.

Mulai soal penataan jam operasional lapak, perbaikan fasilitas, hingga soal keamanan dan kebersihan. Ia juga memastikan wajah pasar tradisional di Jember ini akan bersolek dengan anggaran fantastis mencapai Rp 250 miliar.

"Kalau soal keberpihakan, insya Allah Pemkab Jember hari ini paling berpihak. Karena apa? Saya ulangi lagi: pasarnya mau kami bangun, kesehatannya sudah kami tanggung, anaknya kami kasih kesempatan untuk dapat beasiswa, musalanya sudah kami bangun, kesehatannya juga kami sudah bangun. Jadi, Fabiayyi aalaai robbikumaa tukadzdzibaan, nikmat mana lagi yang enggak mau kita syukuri?” imbuh Politikus Partai Gerindra itu. (mau/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember revitalisasi pasar pasar tanjung Gus Fawait