Radar Jember - Penataan pedagang di kawasan Pasar Tanjung belum juga tuntas. Pemkab Jember sebenarnya telah menyiapkan lantai dua Pasar Tanjung untuk menampung 69 pedagang yang selama ini berjualan di luar bangunan pasar.
Namun, rencana pemindahan tersebut belum direalisasikan. Pemkab Jember masih memilih jalur dialog dengan para pedagang sebelum melakukan penataan dan pemindahan ke lokasi yang telah disiapkan.
Kondisi itu menjadi salah satu persoalan yang disorot mahasiswa GMNI dan pedagang dalam aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor Pemkab Jember, Senin (15/9).
Baca Juga: Tol Prosiwangi Makin Dekat, Akankah Manfaat Ekonominya Sampai ke Warga Jember?
Mereka menuntut adanya penataan Pasar Tanjung agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan tidak mengganggu kawasan sekitar.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan lahan di lantai dua sebagai solusi jangka pendek.
Lahan tersebut telah dibersihkan dan bisa ditempati secara gratis oleh pedagang yang sebelumnya berjualan di bawah.
“Teman-teman OPD sudah menyediakan lahan yang bisa ditempati untuk 69 pedagang pasar di lantai dua untuk pedagang di pasar lantai bawah,” ujarnya, Senin (15/9).
Ratno menjelaskan, pemkab tidak ingin persoalan tersebut diselesaikan dengan penertiban secara langsung. Pedagang yang berada di lantai bawah maupun lantai dua sama-sama warga Jember yang memiliki kepentingan mencari nafkah.
Baca Juga: Tak Cukup Sertifikat, Dispendik Jember Minta Calon Kepsek Mampu Bawa Perubahan Nyata
Karena itu, proses pemindahan kini diarahkan melalui komunikasi dan dialog agar penataan tidak menimbulkan benturan di lapangan.
“Penyelesaiannya adalah melalui ruang dialog yang transparan, yang akuntabel, melibatkan seluruh unsur,” tegasnya.
Menurut dia, proses dialog tersebut sedang berjalan dan dilakukan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Jember bersama jajaran terkait.
Pemkab juga belum memberikan batas waktu pemindahan karena persoalan yang dihadapi bukan sekadar urusan teknis, melainkan menyangkut kepentingan para pedagang.
Harapannya, ketika pedagang di bawah bersedia naik, area yang selama ini digunakan untuk berjualan bisa lebih longgar dan penataan pasar mulai terlihat.
Di sisi lain, Ratno menyebut kondisi bangunan Pasar Tanjung menjadi alasan pemerintah menyiapkan penanganan dalam jangka lebih panjang. Pasar yang telah berdiri selama 53 tahun itu dinilai sudah tidak layak sehingga keselamatan warga menjadi perhatian pemerintah.
“Jadi penyelesaiannya itu mulai dari jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, tapi sebenarnya jangka waktunya juga tidak terlalu panjang,” katanya
Untuk rencana jangka panjang, Pemkab Jember menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dilakukan tahun ini.
Baca Juga: Keseimbangan Ekstrem! Emak-Emak Penjual Lontong Pecel di Jember Naik Motor Tanpa Pegang Nampan
Pembangunan fisik ditargetkan mulai tahun depan dengan konsep revitalisasi total, sehingga Pasar Tanjung nantinya menjadi bangunan tiga lantai dan dapat menampung ribuan pedagang.
“Tahun depan akan dilakukan pembangunannya dan itu nanti akan menjadi tiga lantai dan menampung ribuan pedagang,” jelas Ratno.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Jember Sartini memastikan persiapan di lapangan terus dilakukan.
Selain membersihkan lantai dua yang diproyeksikan menampung 69 pedagang, pihaknya juga membersihkan kawasan utara.
Pendataan dan edukasi kepada pedagang juga terus dilakukan agar mereka memahami rencana pemindahan tersebut. “Kami sudah berupaya, kami sudah memberikan edukasi kepada para pedagang untuk bisa naik ke atas. Itu sudah kami lakukan,” ujarnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh