Radar Jember - Pemerintah daerah berencana memoles tampilan fisik Pasar Tanjung. Tak tanggung-tanggung, anggaran jumbo sebesar Rp 250 miliar dari APBN siap dikucurkan untuk megaproyek revitalisasi pasar tradisional terbesar di Jember tersebut.
Rencana pembenahan skala besar ini disampaikan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.
Saat inspeksi mendadak dan audiensi dengan pedagang Pasar Tanjung, kemarin siang, (16/9), ia mengungkapkan kucuran dana pusat tersebut merupakan buah dari langkah diplomasi dan lobi intensif yang dilakukannya bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Baca Juga: Tol Prosiwangi Makin Dekat, Akankah Manfaat Ekonominya Sampai ke Warga Jember?
"Waktu itu kami melobi supaya Pasar Tanjung bisa diperbaiki, dibangun. Alhamdulillah berhasil, dengan kurang lebih membutuhkan anggaran dari APBN 250 miliar," katanya, di sela-sela inspeksi.
Ia mengemukakan, revitalisasi fisik ini bakal menyasar penataan total zonasi pedagang, perbaikan struktur bangunan, hingga peningkatan fasilitas pendukung seperti kebersihan, keamanan, dan rumah ibadah.
Langkah ini diambil untuk menjawab persoalan klasik Pasar Tanjung yang terkesan kumuh dan sepi di lantai dua akibat menjamurnya pedagang di area bawah.
"Jadi supaya sama-sama hidup, yang di lantai atas juga orang kecil, yang di bawah juga orang kecil. Mereka sama-sama cari makan," tambah dia.
Kendati mengusung proyek bernilai fantastis, Gus Fawait memastikan skema penataan tidak akan mengedepankan tindakan penggusuran.
Baca Juga: Tak Cukup Sertifikat, Dispendik Jember Minta Calon Kepsek Mampu Bawa Perubahan Nyata
Ia memastikan pemerintah fokus pada penataan manajemen jam operasional dan zonasi agar pedagang lantai atas maupun bawah sama-sama mendapatkan akses rezeki yang adil.
Revitalisasi pasar fisik ini, lanjut dia, juga diimbangi dengan intervensi sosial bagi para pedagang.
Selain keringanan retribusi pasar yang telah direalisasikan, Pemkab Jember menanggung jaminan sosial berupa pengobatan gratis dan beasiswa pendidikan bagi anak-anak pedagang pasar.
"Inilah yang saya harapkan saya datang. Kami bisa mengetahui lebih dalam apa sebenarnya yang diinginkan pedagang," imbuhnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh