Radar Jember – Jalur Gumitir yang menghubungkan Jember-Banyuwangi dalam beberapa hari terakhir dipadati kendaraan besar.
Tidak hanya truk bermuatan tebu saja, tapi juga kendaraan ekspedisi lainya. Bahkan, tak sedikit bus juga memilih Gumitir ketimbang Ketapang.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (16/9), kepadatan kendaraan besar itu terlihat di jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.
Baca Juga: Selama Jadi Bupati Jember, Gus Fawait Akui Baru Empat Kali Blusukan ke Pasar Tanjung
Sejumlah bus pariwisata dari Yogyakarta tujuan Bali yang biasanya melintas melalui jalur Situbondo, kini memilih rute Jember-Banyuwangi melalui Gumitir.
“Yang paling banyak bus pariwisata dari Yogyakarta tujuan Bali. Biasanya mereka lewat Situbondo, tetapi sekarang memilih lewat Gumitir. Selain itu truk ekspedisi juga banyak, padahal truk yang sering lewat itu truk tebu,” kata Sahrul, relawan Gumitir.
Menurutnya, peningkatan volume kendaraan besar tersebut sudah terjadi hampir sepekan terakhir.
Tidak hanya bus pariwisata, sejumlah bus antarkota, travel, dan truk besar juga terlihat melintas di jalur yang dikenal memiliki banyak tikungan tersebut.
“Banyak bus mewah yang sebelumnya tidak pernah lewat Gumitir, sekarang cukup banyak. Selain bus dari arah Jember menuju Banyuwangi, travel juga banyak yang lewat,” ujarnya.
Baca Juga: Kontras Dua Wajah Pasar Tanjung Jember yang Kerap Picu Ketegangan antar Pedagang
Sahrul menduga para pengemudi memilih jalur Gumitir untuk menghindari kemacetan di kawasan Ketapang. Terutama pada malam hari, jumlah bus dan kendaraan besar yang melintas mulai meningkat.
“Kalau malam, bus malam dan bus pariwisata banyak yang lewat. Mulai pukul 20.00 ke atas biasanya mulai ramai. Yang paling banyak dari arah Jember ke Banyuwangi,” katanya.
Kendaraan dari arah Banyuwangi menuju Jember juga terpantau melintas. Selain bus pariwisata, sejumlah truk besar memilih jalur Gumitir. Bahkan, terdapat travel dari Yogyakarta menuju Bali yang sempat beristirahat di kawasan puncak Gumitir.
“Alasannya menghindari kemacetan di Ketapang yang sudah lama terjadi. Untuk lebih cepat, akhirnya lewat Gumitir,” jelas Sahrul.
Peningkatan volume kendaraan di jalur Gumitir terlihat dari jenis kendaraan dan nomor polisi yang melintas. Sejumlah bus pariwisata berukuran besar dengan tujuan Bali tampak menggunakan jalur tersebut.
Padahal, jalur Gumitir selama ini lebih banyak dilalui kendaraan angkutan barang, seperti truk pengangkut tebu dan truk gandeng. Namun, dalam beberapa hari terakhir, bus pariwisata dan travel turut mendominasi arus kendaraan.
Baca Juga: Antisipasi Anomali Rel, KAI Daop 9 Jember Perketat Pemeriksaan di Tengah Cuaca Ekstrem
Kondisi tersebut membuat jalur Gumitir relatif tidak pernah sepi. Meski demikian, meningkatnya volume kendaraan juga perlu diwaspadai. Jalur Gumitir memiliki karakteristik jalan berkelok dan sejumlah titik rawan pohon tumbang.
Jika terjadi pohon tumbang maupun kecelakaan, kepadatan kendaraan berpotensi semakin parah dan mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh