Dapat Tambahan TKD Rp223 Miliar! PKB Minta Pemkab Jember Fokus Perbaiki Jalan dan Irigasi

Sidkin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 03:00 WIB
DIBERSIHKAN: TRC DPUPR Jember membersihkan salah satu jaringan irigasi pertanian. Fraksi PKB DPRD Jember meminta tambahan alokasi anggaran pada P-APBD 2026 diprioritaskan pada jalan desa, jalan produksi hingga irigasi. (PPID DPUPR)
DIBERSIHKAN: TRC DPUPR Jember membersihkan salah satu jaringan irigasi pertanian. Fraksi PKB DPRD Jember meminta tambahan alokasi anggaran pada P-APBD 2026 diprioritaskan pada jalan desa, jalan produksi hingga irigasi. (PPID DPUPR)

Radar Jember – Fraksi PKB DPRD Jember meminta tambahan anggaran dalam P-APBD 2026 benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.

Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) yang berhasil diamankan pemerintah daerah dinilai harus diarahkan pada kebutuhan yang selama ini dirasakan langsung warga, terutama infrastruktur jalan dan irigasi.

Juru Bicara Fraksi PKB Anggun Tri Utami mengapresiasi upaya Bupati Jember mengamankan tambahan TKD sebesar Rp 223,12 miliar.

Baca Juga: Bongkar Potensi Bahaya Jalur Gumitir Jember: Pohon Tua Tumbang Dan Ancaman Tanah Longsor!

Tambahan tersebut terdiri atas Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 151,61 miliar dan kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 71,5 miliar.

Namun, tambahan ruang fiskal itu menurutnya harus diterjemahkan menjadi program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Anggun meminta kebijakan perbaikan jalan tidak hanya berorientasi pada ruas yang terlihat strategis secara administratif.

Anggaran juga harus menyentuh jalan yang menjadi jalur produksi masyarakat, akses menuju sentra pertanian, jalan penghubung antardesa, serta ruas-ruas yang selama ini menjadi keluhan warga.

“Karena itu, Fraksi PKB meminta agar kebijakan perbaikan jalan tidak hanya berorientasi pada jalan yang terlihat strategis secara administratif, tetapi juga benar-benar memperhatikan jalan yang menjadi jalur produksi masyarakat, jalan menuju sentra pertanian, jalan penghubung antardesa, serta ruas-ruas yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Awas SilPA Menumpuk! Realisasi Belanja Modal Jember Baru 22,13 Persen, DPRD Beri Peringatan Keras

Hal serupa, lanjut Anggun, perlu diterapkan pada pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi.

Jember sebagai daerah agraris sangat bergantung pada kelancaran saluran pengairan karena ketika irigasi terganggu, dampaknya merembet pada produktivitas petani, pendapatan keluarga, ketahanan pangan, hingga kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, alokasi anggaran untuk jalan dan irigasi harus ditempatkan pada titik yang memberi manfaat nyata bagi aktivitas ekonomi warga.

Anggun menegaskan Fraksi PKB memandang pembangunan jalan dan irigasi sebagai investasi sosial dan ekonomi.

“Maka, bagi Fraksi PKB, pembangunan jalan dan irigasi harus ditempatkan sebagai investasi sosial dan ekonomi. Jangan sampai anggaran pembangunan hanya menghasilkan bangunan yang selesai secara fisik, tetapi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat,” tegasnya. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
Pemkab Jember Perbaikan Jalan PKB irigasi pertanian tkd