Radar Jember - Seorang pedagang lontong pecel bernama Nur Hasanah, 47, warga Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, menjajakan dagangannya dengan cara yang sama sekali tak lazim.
Setiap hari, ia berkeliling dari desa ke desa di wilayah Jenggawah dengan membawa nampan dagangan di atas kepala sambil mengendarai sepeda motor bebek.
Aksi perempuan paruh baya ini kerap membuat pengendara lain geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, nampan berisi lontong pecel, aneka gorengan, dan kue lupis itu diletakkan begitu saja di atas kepalanya tanpa dipegang sama sekali.
Baca Juga: Bongkar Potensi Bahaya Jalur Gumitir Jember: Pohon Tua Tumbang Dan Ancaman Tanah Longsor!
Padahal, motor yang ia kendarai melaju di jalanan umum, bahkan sering bersimpangan dengan kendaraan besar di Jalan Raya Jurusan Mangli–Ambulu.
Tak ayal, keunikan ini sering kali mengundang perhatian pengguna jalan. Tidak jarang pengendara lain sengaja memperlambat laju kendaraannya hanya untuk mengabadikan momen tersebut melalui foto atau video ponsel hingga akhirnya viral di media sosial.
Meski demikian, Nur Hasanah tampak santai dan sama sekali tidak canggung. Bahkan, saat ada pembeli memanggil di jalan atau ketika hendak menyeberang, ia tetap tenang tanpa menyentuh nampan di kepalanya.
Nur Hasanah mengaku, keterampilan luar biasa ini didapatnya secara otodidak dari kebiasaan bertahun-tahun berjualan keliling.
Baca Juga: Awas SilPA Menumpuk! Realisasi Belanja Modal Jember Baru 22,13 Persen, DPRD Beri Peringatan Keras
Sebelum beralih menggunakan sepeda motor, ia dulunya berjualan dengan mengayuh sepeda angin. Namun, sebuah insiden pernah dialaminya saat tertabrak pengendara lain hingga membuat seluruh dagangannya tumpah di jalan.
"Saya awalnya pakai sepeda kayuh. Sekarang pakai motor buat berjualan keliling antar desa di Jenggawah," ujar ibu dua anak tersebut.
Dalam sehari, rute perjalanan yang ia tempuh bisa mencapai lebih dari sepuluh kilometer. Selain mangkal di sekitar sekolah dan perkantoran, ia aktif keluar-masuk kampung demi menjemput rezeki.
Di balik aksinya yang mendebarkan, tersimpan perjuangan gigih seorang istri untuk membantu perekonomian keluarga. Sang suami sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani dan serabutan.
Berkat ciri khasnya yang unik tersebut, dagangan Nur Hasanah kini semakin dikenal luas dan laris manis diserbu pembeli. "Saya merasa bersyukur, ternyata dengan cara ini justru mengundang warga untuk membeli dagangan saya sehingga kerap laris setiap hari," imbuhnya.
Hal senada diungkapkan Fajar Kurniawan, 29, warga Dusun Krajan, Desa Wonojati, yang juga pelanggan setianya. Menurut Fajar, kepiawaian Nur Hasanah menjaga keseimbangan di atas motor tidak pernah ia temukan pada pedagang keliling lainnya.
Baca Juga: Helm Bukan Pajangan! Satlantas Polres Jember Beberkan 29 Kasus Kecelakaan Sepeda Motor Sepekan
"Pembelinya semakin banyak karena keunikan cara berjualan lontong pecelnya ditaruh di atas kepala tanpa dipegangi," pungkas Fajar. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh