Tensi Memanas di Pemkab Jember! Didemo Pedagang Pasar Tanjung, Kepala Diskopumdag Pingsan

Sidkin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB
DI BAWAH TERIK: Kepala Diskopumdag Jember, Sartini pingsan dan dibopong Satpol PP ke lobi Kantor Pemkab Jember, kemarin (15/9). (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
DI BAWAH TERIK: Kepala Diskopumdag Jember, Sartini pingsan dan dibopong Satpol PP ke lobi Kantor Pemkab Jember, kemarin (15/9). (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Aksi mahasiswa dan pedagang yang mengatasnamakan Gerakan Wong Pasar Tanjung (Gawat) di depan Kantor Pemkab Jember, kemarin (15/9), sempat berjalan panas.

Mereka datang membawa tajuk “Ciptakan Tata Kelola Pasar Tanjung yang Berkeadilan” untuk menyuarakan sejumlah persoalan yang selama ini membelit kawasan Pasar Tanjung.

Namun, di sela dialog dan desakan agar Pemkab Jember mengambil sikap, perhatian massa tiba-tiba teralihkan ketika Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember, Sartini tumbang.

Baca Juga: Bongkar Potensi Bahaya Jalur Gumitir Jember: Pohon Tua Tumbang Dan Ancaman Tanah Longsor!

Aksi itu dimulai sekitar pukul 13.00. Mahasiswa bersama pedagang yang didominasi dari pemilik lapak di lantai dua berjalan kaki dari kawasan Pasar Tanjung menuju Kantor Pemkab Jember di Jalan Sudarman dengan membawa satu mobil komando.

Setibanya di depan kantor pemkab, massa bergantian menyampaikan orasi.

Sementara sejumlah pejabat pemkab hadir menemui mereka, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ratno Cahyadi Sembodo, Kepala Diskopumdag Sartini, Kepala Bakesbangpol Indra Tri Purnomo, Satpol PP, serta perwakilan Dishub.

Tensi kemudian meninggi ketika massa meminta penjelasan sekaligus komitmen Pemkab Jember terhadap penataan Pasar Tanjung.

Desakan itu mengarah pada permintaan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membenahi tata kelola pasar.

Baca Juga: Awas SilPA Menumpuk! Realisasi Belanja Modal Jember Baru 22,13 Persen, DPRD Beri Peringatan Keras

Di tengah situasi tersebut, pada pukul 14.15, Sartini tiba-tiba tidak kuat berdiri dan jatuh hingga pingsan di tengah kerumunan.

Pejabat dan anggota Satpol PP yang berada di dekatnya langsung gerak cepat. Sartini dibopong menuju lobi Kantor Pemkab Jember untuk mendapat pertolongan, sebelum kemudian dibawa ke klinik kesehatan milik pemkab.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo mengatakan, Sartini memang belum sepenuhnya pulih setelah sebelumnya sakit.

Namun, Ratno tidak menjelaskan sakit yang diderita Kepala Diskopumdag Jember tersebut ketika ditanya mengenai kondisinya.

“Bu Sartini itu sedang dalam proses pemulihan, habis sakit beliau. Belum seberapa fit dan tadi harus berdiri lama di cuaca yang cukup panas. Mungkin fisiknya nge-drop lagi,” ungkap Ratno kepada Jawa Pos Radar Jember.

Setelah tumbang, Sartini langsung dibawa ke klinik kesehatan yang berada di lingkungan Pemkab Jember untuk mendapat penanganan awal.

Ratno mengatakan, jika diperlukan penanganan lebih lanjut, maka Sartini akan dibawa untuk mendapat perawatan berikutnya. “Nanti kalau memang diperlukan penanganan lebih lanjut, pasti akan kami lakukan,” lanjutnya.

Menanggapi aspirasi mahasiswa dan pedagang, Ratno menyebut Pemkab Jember memiliki perhatian serius terhadap pasar yang menjadi salah satu ikon daerah tersebut.

Menurut dia, Pasar Tanjung yang berdiri sejak 1973 kini akan direvitalisasi secara total, dengan rencana bangunan tiga lantai yang nantinya menempatkan pasar basah di lantai pertama dan pasar kering di lantai dua serta tiga.

Ratno mengatakan proses menuju revitalisasi tersebut sudah mulai disiapkan dan tahun ini masuk tahap Detail Engineering Design (DED). Sedangkan pelaksanaan pembangunan ditargetkan berlangsung tahun depan.

Namun, tambah dia, untuk menyelesaikan persoalan pedagang yang berada di kawasan lantai dua pasar maupun Jalan Samanhudi, pemerintah memilih membuka ruang dialog. “Karena ini adalah sama-sama warga Jember yang sedang mencari nafkah dan kita harus mengakomodir semua pihak,” ujarnya.

Di sisi lain, para demonstran yang juga warga Jalan Samanhudi Erik menilai persoalan Pasar Tanjung tidak cukup diselesaikan dengan revitalisasi fisik. Ia mengingatkan kondisi pasar sekarang jauh berbeda dibanding era 1990-an, ketika aktivitas pertokoan dan pasar masih berjalan tertib.

Keberadaan pedagang di badan jalan, menurutnya, telah mengganggu akses warga dan berpotensi menyulitkan kendaraan ketika terjadi kondisi darurat.

Sementara para pemilik toko legal tetap menjalankan kewajiban membayar pajak serta kebutuhan usaha lainnya.

“Harusnya kami maju bersama-sama untuk berdialog, dialog sama-sama untuk menunggu kebijakan. Tapi sampai detik ini sudah satu bulan lebih Bapak Bupati Jember (Gus Fawait,Red) tidak pernah hadir,” keluhnya.

Koordinator aksi Muhammad Faizin, menegaskan aksi tersebut bukan untuk mengusir pedagang, melainkan mendorong tata kelola yang lebih adil bagi seluruh pihak. Mereka menuntut penataan akses jalan, perbaikan tata kelola pedagang, evaluasi dugaan pungli dan tindakan premanisme, pembentukan satuan tugas di pasar, hingga rekayasa arus Jalan Samanhudi.

Namun, karena tuntutan tersebut tidak mendapatkan tanda tangan komitmen dari Pemkab Jember, Faizin memastikan aksi tidak berhenti di sana. “Kalau memang ini tidak bisa menjadi solusi, dalam beberapa hari ke depan kita akan aksi yang jauh lebih besar daripada ini,” tegas pria yang juga Wakil Ketua Bidang Politik Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jember tersebut. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
Demonstrasi Jember diskopumdag pasar tanjung pedagang pasar