Radar Jember – Pengguna jalan yang melintas di jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, diminta meningkatkan kewaspadaan.
Terlebih ketika terjadi angin kencang. Sebab, kawasan tersebut masih rawan terjadi pohon tumbang.
Beberapa hari terakhir, angin cukup kencang terjadi di kawasan Gumitir. Kondisi tersebut meningkatkan potensi pohon tumbang, mengingat di sepanjang jalur yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi terdapat banyak pohon berukuran besar.
Baca Juga: Awas SilPA Menumpuk! Realisasi Belanja Modal Jember Baru 22,13 Persen, DPRD Beri Peringatan Keras
Salah satu kejadian pohon tumbang terjadi pada Minggu (13/9) malam. Pohon yang berada di lahan milik Perhutani tumbang ke tengah jalan akibat diterjang angin kencang.
Beruntung, saat pohon tumbang tidak ada kendaraan yang melintas, baik dari arah Jember maupun Banyuwangi.
Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun, tumbangnya pohon berukuran besar itu membuat jalur Gumitir lumpuh total.
Kanitlantas Polsek Silo Aiptu Dwi Cahyo Utomo, mengatakan pengguna jalan harus lebih berhati-hati ketika melintas di jalur Gumitir, terutama saat kondisi cuaca disertai angin kencang. “Untuk pengguna jalan yang melintas di jalur Gumitir agar selalu waspada,” kata Cahyo.
Menurutnya, di sepanjang jalur Gumitir terdapat banyak pohon besar yang berada di lahan milik Perhutani.
Baca Juga: Helm Bukan Pajangan! Satlantas Polres Jember Beberkan 29 Kasus Kecelakaan Sepeda Motor Sepekan
Sebagian di antaranya juga sudah mulai lapuk sehingga berpotensi tumbang ketika diterpa angin kencang.
Cahyo menambahkan, kejadian tumbangnya pohon beberapa waktu lalu menjadi salah satu contoh potensi bahaya di jalur tersebut.
“Sepanjang jalur Gumitir banyak pohon besar, juga banyak pohon yang sudah mulai lapuk. Sehingga bisa tumbang ketika terjadi angin. Beberapa hari ini terjadi angin,” katanya
Sementara itu, Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di kawasan Gumitir.
Menurutnya, jalur Gumitir merupakan salah satu kawasan yang rawan bencana. Selain memiliki potensi pohon tumbang, kawasan tersebut juga rawan tanah longsor, terutama ketika terjadi hujan deras maupun angin kencang.
Baca Juga: Lampaui Target! Jember Marching Band Boyong 12 Medali dan Sabet Juara Umum AMG 2026 Malaysia
“Pengguna jalan yang melintas di kawasan Gumitir agar meningkatkan kewaspadaan. Karena kawasan tersebut rawan bencana, baik tanah longsor maupun pohon tumbang,” imbaunya.
Kewaspadaan, lanjutnya, tidak hanya diperlukan oleh pengguna jalan. Pedagang yang beraktivitas di sepanjang jalur Gumitir juga diminta memperhatikan kondisi sekitar dan mengantisipasi potensi pohon tumbang maupun bencana lainnya.
“Imbauan bukan hanya kepada pengguna jalan, tetapi juga kepada pedagang yang berjualan di sepanjang jalur Gumitir agar lebih waspada,” pungkasnya. (jum/dwi)
INSIDEN POHON TUMBANG JALUR GUMITIR
- 22 MARET 2025
Pohon tumbang di Raya Gumitir, Desa Garahan, Kecamatan Silo.
DAMPAK: Mengganggu arus lalu lintas. - 12 JUNI 2025
Pohon berukuran besar tumbang dari atas tebing di KM 36+800, Tikungan Mbah Singo, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Kondisi pohon dilaporkan sudah lapuk.
DAMPAK: Pohon jatuh ke badan jalan dan mengganggu lalu lintas. - 7 DESEMBER 2025
Pohon besar tumbang di KM 36+800, Tikungan Mbah Singo. Menimpa 1 mobil Suzuki XL7 dan dua orang mengalami luka. Kejadian saat hujan deras. DAMPAK: Sebagian badan jalan tertutup dan lalu lintas sempat tersendat. - 20 AGUSTUS 2026
Pohon berukuran cukup besar tumbang di sebelah barat Gapura Jawa Timur, Kalibaru, Banyuwangi, pada ruas menuju kawasan Gumitir.
DAMPAK: Sebagian badan jalan tertutup, kabel terdampak dan lalu lintas tersendat - 13 SEPTEMBER 2026
Pohon beringin berukuran besar tumbang di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember, dan menutup Jalan Nasional Jember–Banyuwangi.
DAMPAK: Kemacetan ± 4 jam, panjang antrean ± 2–3 km
Editor : Imron Hidayatullahh