Radar Jember – Kesadaran pengendara dalam tertib berlalu lintas di Jember masih menjadi rapor merah. Buktinya, dalam kurun waktu sepekan, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) masih tergolong tinggi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jember, Ipda Tommy Nur Alamsyah, mencatat setidaknya ada 29 kejadian laka lantas yang terjadi antara tanggal 5 hingga 11 September. Dari kejadian tersebut, 3 nyawa melayang di jalan raya.
"Dalam satu minggu ini ada 29 kejadian kecelakaan. Tragisnya, tiga orang meninggal dunia," ungkapnya.
Baca Juga: Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalur Gumitir Jember, Pengendara Terjebak Berjam-Jam Tanpa Jalan Keluar
Kenyataan ini sangat memprihatinkan, apalagi sebagian besar kecelakaan tersebut melibatkan pengendara sepeda motor. Data menunjukkan, dari puluhan kejadian itu, tercatat ada 42 unit sepeda motor yang terlibat laka.
Ironisnya, di tengah tingginya angka kecelakaan yang didominasi sepeda motor, kesadaran pengendara untuk mengenakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) dinilai masih rendah.
Padahal, helm bukan sekadar kelengkapan berkendara, melainkan alat pelindung kepala yang vital untuk mengurangi risiko fatalitas saat terjadi benturan.
Ipda Tommy Nur Alamsyah menegaskan, pihaknya terus berupaya melakukan edukasi dan himbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, terutama dalam hal penggunaan helm.
"Kami tidak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan helm SNI saat berkendara. Itu demi keselamatan pengendara sendiri," tuturnya.
Baca Juga: Atasi Macet Ketapang! BPH Migas Alihkan Pasokan BBM Jember Langsung dari Surabaya
Meski upaya himbauan terus digencarkan, faktanya masih banyak pengendara yang abai. Ada yang menggunakan helm namun tidak diklik, ada yang memakainya hanya saat melihat petugas, bahkan ada yang sama sekali tidak mengenakan helm dengan alasan jarak tempuh yang dekat.
"Meskipun dekat, kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, helm itu wajib hukumnya saat naik motor," imbuh Ipda Tommy.
Lebih lanjut, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jember ini menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan raya. Ia berharap masyarakat bisa lebih disiplin dan bertanggung jawab saat berkendara.
"Keselamatan itu adalah kebutuhan kita bersama. Mari kita tertib berlalu lintas, cermin diri bangsa," pesannya.
Sebagai informasi, data kecelakaan pada periode-periode sebelumnya juga menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda. Pada periode 26 Agustus hingga 1 September, tercatat ada 36 kejadian laka lantas dengan 6 orang meninggal dunia.
Baca Juga: Mati Sejak 1992! Depo BBM Gebang Jember Diwacanakan Buka Lagi demi Cegah Kelangkaan BBM
Kemudian pada periode 22 hingga 28 Agustus, tercatat ada 24 kejadian dengan 4 orang meninggal dunia.
Tingginya angka fatalitas akibat kecelakaan ini seharusnya menjadi alarm bagi para pengendara sepeda motor di Jember.
"Ingat, keluarga menunggu di rumah. Utamakan keselamatan daripada kecepatan. Pakai helm SNI, patuhi rambu-rambu lalu lintas, dan jangan lupa jaga jarak aman," pungkas Ipda Tommy Nur Alamsyah. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh