Radar Jember – Maunya menghindari kemacetan di Ketapang, eh malah ditangkap macet Gumitir. Begitulah nasib para pengendara yang memilih jalur Gumitir, Minggu malam (13/9) hingga Senin (14/9) dini hari.
Perjalanan mereka justru terhenti total setelah pohon raksasa tumbang melintang di jalan nasional yang berkelok itu sekitar pukul 21.30. Pohon yang berada di tepi jalan tersebut memiliki diameter sekitar 204 sentimeter dengan panjang mencapai 15 meter.
Pohon tumbang tersebut disebabkan angin kencang. Beruntung saat insiden terjadi tidak ada kendaraan yang melintas di lokasi. Namun, kejadian tersebut membuat kendaraan dari arah Jember maupun Banyuwangi terjebak kemacetan panjang.
Baca Juga: Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalur Gumitir Jember, Pengendara Terjebak Berjam-Jam Tanpa Jalan Keluar
Pantaan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, evakuasi dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bersama anggota Polsek Silo, Relawan Gumitir, dan Perhutani.
Petugas menggunakan sejumlah gergaji mesin untuk memotong batang pohon yang berukuran besar tersebut.
Kanitlantas Polsek Silo Aiptu Dwi Cahyo Utomo mengatakan, proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama karena ukuran pohon yang besar dan panjang.
"Proses evakuasi baru selesai pada Senin (14/9) pukul 00.30 WIB. Sekitar 2,5 jam baru selesai," kata Cahyo.
Setelah pohon berhasil dievakuasi, kendaraan belum bisa langsung melintas normal. Petugas memberlakukan sistem buka tutup untuk mengurai antrean kendaraan yang sudah mengular dari kedua arah.
Baca Juga: Atasi Macet Ketapang! BPH Migas Alihkan Pasokan BBM Jember Langsung dari Surabaya
Arus lalu lintas baru berangsur lancar sekitar pukul 03.00. Antrean kendaraan dari arah Jember bahkan mencapai kawasan Lapangan Garahan, Kecamatan Silo.
Sementara dari arah Banyuwangi, antrean kendaraan mengular hingga Patung Gandrung, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru.
Kemacetan semakin panjang karena banyak kendaraan besar yang terjebak, mulai truk, truk tangki BBM, hingga bus pariwisata. Sejumlah bus yang membawa penumpang dari Surabaya menuju Bali juga memilih jalur Gumitir untuk menghindari kepadatan di kawasan Ketapang, Banyuwangi.
Salah satu penumpang bus, Muhammad Ikbal, 45, mengatakan, dirinya terjebak di jalur Gumitir selama sekitar 3,5 jam. Bus yang ditumpanginya dari Surabaya menuju Bali terjebak sejak sekitar pukul 22.00.
"Saya terjebak di jalur Gumitir sejak Minggu (13/9) pukul 22.00. Menunggu proses evakuasi baru selesai pada Senin (14/9) pukul 00.30 WIB. Masih ditambah antrean panjang karena diberlakukan buka tutup," katanya.
Menurut Ikbal, banyak kendaraan memilih jalur Gumitir untuk menghindari kemacetan di Ketapang. Namun, perjalanan justru terhambat karena pohon tumbang menutup akses jalan nasional.
Relawan Gumitir Nasirudin mengatakan, dalam beberapa hari terakhir cukup banyak bus pariwisata yang memilih melintas di jalur Gumitir karena kepadatan di jalur utara menuju Ketapang. Kondisi tersebut membuat volume kendaraan di jalur Gumitir meningkat.
Baca Juga: Mati Sejak 1992! Depo BBM Gebang Jember Diwacanakan Buka Lagi demi Cegah Kelangkaan BBM
Dia mengingatkan, jalur Gumitir memiliki sejumlah titik rawan, terutama karena masih terdapat banyak pohon tua dan kering di sekitar jalan.
"Di sepanjang jalur Gumitir banyak pohon tua dan kering di pinggir jalan kawasan lahan Perhutani. Seperti kejadian ini, pohon besar tumbang akibat angin kencang hingga menutup jalan nasional," ujarnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah pengendara yang terjebak memilih turun dari kendaraan sembari menunggu proses evakuasi.
Pengendara sepeda motor terlihat duduk di pinggir jalan, sementara sejumlah sopir truk dan bus juga turun dari kendaraan.
Selain kendaraan penumpang, sebuah pikap Isuzu Traga yang membawa muatan lombok dari Ambulu tujuan Bali juga ikut terjebak. Kendaraan tersebut harus menunggu selama beberapa jam hingga antrean kembali terurai. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh