Radar Jember - Gumitir yang membentang di perbatasan Kabupaten Jember dan Banyuwangi tidak hanya dikenal karena medannya yang ekstrem dengan puluhan tikungan tajam dan rawan kecelakaan.
Lebih dari itu, jalur nasional ini menyimpan "jebakan batman" berupa kemacetan total yang kerap menjebak pengendara tanpa celah untuk melarikan diri.
Bagi pengendara yang melintas, melintasi kawasan hutan dan perkebunan ini menuntut kesiapan mental ekstra.
Baca Juga: Atasi Macet Ketapang! BPH Migas Alihkan Pasokan BBM Jember Langsung dari Surabaya
Pasalnya, jika terjadi kecelakaan atau kendaraan mogok yang memicu kemacetan panjang, maka para pengguna jalan tidak bisa berbuat banyak.
Di sepanjang jalur tersebut, pengendara sangat kesulitan untuk melakukan putar balik.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya jalur alternatif di tengah lintasan.
Kanit Laka Polres Jember, Ipda Tommy Nur Alamsyah, menjelaskan bahwa meski sempat ada jalur alternatif yang melewati area perkebunan, jalur tersebut hanya bisa difungsikan ketika ada penutupan total jalan akibat perbaikan.
"Jalur alternatif itu pernah dipakai saat Gumitir ditutup total karena perbaikan. Namun, hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Itu pun jika kendaraan sudah berada di tengah Gumitir, maka tidak ada jalan alternatif lagi, sebab letak jalur alternatif tersebut berada di pintu masuk Gumitir dari sisi Jember," terang Tommy.
Baca Juga: Mati Sejak 1992! Depo BBM Gebang Jember Diwacanakan Buka Lagi demi Cegah Kelangkaan BBM
Oleh karena itu, pihaknya meminta pengguna jalan untuk benar-benar mengecek kondisi kesehatan kendaraan, terutama truk.
Sebab, jalan itu kerap terjadi truk mogok hingga terguling. Menurutnya, penyebabnya banyak. “Ada yang karena kondisi mesin kurang sehat, rem blong, hingga tidak menguasai medan,” tuturnya.
Tommy menjelaskan, pengendara sudah terlanjur masuk dan terjebak di tengah kemacetan Gumitir. Maka mereka praktis tidak memiliki pilihan selain bersabar. Menunggu hingga arus lalu lintas kembali normal.
Tantangan di Jalur Gumitir ini kian komplet jika melihat karakteristik geografisnya.
Berdasarkan data yang dihitung Jawa Pos Radar Jember, jalur penghubung dua kabupaten ini terkenal sangat melelahkan karena memiliki puluhan tikungan tajam dan kontur jalan yang naik-turun.
Di sepanjang jalur Gumitir yang harus ditaklukkan pengendara, lengkap dengan sejumlah titik rawan longsor dan pohon tumbang yang sewaktu-waktu dapat memicu kelumpuhan lalu lintas total. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh