Radar Jember - Berulangnya krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean kendaraan mengular di kawasan Jember dalam sepekan terakhir, membuka kembali wacana reaktivasi Depo Pertamina di Jember.
Pemkab Jember mendesak PT Pertamina (Persero) tidak lagi menggantungkan rantai pasok energi daerah berpenduduk 2,6 juta jiwa ini semata-mata dari Terminal BBM Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Wacana mengaktifkan kembali fasilitas penyimpanan Pertamina Depot Sales Point Jember yang berlokasi di Jalan Kenanga, Jember kota, ini sebenarnya bukan hal baru.
Baca Juga: BGN Bekukan 46 Dapur MBG di Jember setelah Sekian Lama Nunggak Izin Tapi Beroperasi
Gagasan ini sempat mengemuka pada 2025 lalu usai Jember diterjang krisis BBM akibat kelumpuhan jalur distribusi di Jalur Gumitir, urat nadi perbatasan Jember–Banyuwangi.
Depo BBM Gebang di Jember itu memiliki akses jalur kereta api yang bisa jadi opsi distribusi alternatif.
Namun wacana itu meredup seiring dengan terhalangnya masalah besar. Salah satunya karena lokasi depo yang kini di tengah-tengah padat pemukiman.
Fasilitas penampungan BBM di Gebang tersebut sebenarnya pernah beroperasi sebagai pusat cadangan energi daerah sebelum akhirnya resmi ditutup Pertamina pada 1992.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, ketergantungan tunggal pada fasilitas Banyuwangi sangat berisiko.
Baca Juga: Film ODUA Antar UIN KHAS Jember ke Podium PORSI Jawara II
Menurut dia, kemacetan parah di jalur distribusi antar-kabupaten kerap menjadi pemicu utama tersendatnya pengiriman.
"Ini sudah ketiga kalinya terjadi di Jember akibat hambatan pada rantai distribusi," paparnya.
Sebelumnya, Pemkab Jember sempat memberlakukan skema darurat berupa work from home (WFH) bagi ASN dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa hingga akhir pekan lalu.
Intervensi mobilitas ini ditujukan untuk mengurangi tekanan lalu lintas hingga distribusi BBM kembali pulih.
Lebih lanjut, Gus Fawait, sapaan dia, mengemukakan bahwa Pemkab Jember bakal bersurat resmi ke Pertamina Pusat guna mendorong evaluasi total perihal rantai pasok ini.
Selain menuntut reaktivasi Depo, Pemkab mendesak Pertamina sigap mengalihkan titik distribusi dari Surabaya maupun Malang begitu terdeteksi kendala lalu lintas di jalur timur.
Baca Juga: Intip Dapur Radar Jember! 56 Siswa SMAN Umbulsari Belajar Olah Berita Jadi Tulisan dan Video
Pola fleksibel ini diyakini terbukti berhasil pada distribusi LPG yang mengalihkan pasokan dari Surabaya dan Gresik saat jalur Banyuwangi terganggu.
"Kami mengusulkan reaktivasi depo di Jember agar suplai tidak bergantung penuh pada Depo Banyuwangi," tambah dia. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh