Radar Jember - Kebiasaan berolahraga masyarakat Jember dinilai masih banyak terpusat di kawasan perkotaan.
Kondisi itu mendorong Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jember membawa gerakan olahraga hingga ke desa-desa.
Langkah tersebut diharapkan membuat olahraga menjadi budaya yang tumbuh dari lingkungan masyarakat, bukan hanya hadir dalam event tertentu.
Baca Juga: BGN Bekukan 46 Dapur MBG di Jember setelah Sekian Lama Nunggak Izin Tapi Beroperasi
Ketua KORMI Jember Tri Basuki mengatakan, pemerataan kegiatan olahraga menjadi salah satu fokus utama kepengurusan selama lima tahun ke depan.
Karena itu, KORMI akan mendorong lahirnya Kampung Olahraga atau Desa Olahraga di berbagai wilayah sebagai wadah masyarakat untuk beraktivitas secara rutin.
Setiap kecamatan ditargetkan memiliki sedikitnya satu agenda olahraga masyarakat setiap bulan, baik berupa senam bersama, jalan sehat, permainan tradisional maupun festival olahraga komunitas.
"Kami akan membentuk Kampung Olahraga atau Desa Olahraga. Kami dorong setiap kecamatan punya minimal satu kegiatan rutin KORMI setiap bulan agar olahraga rekreasi tidak menumpuk di pusat Jember," ujarnya, beberapa waktu lalu.
Menurut Tri, olahraga masyarakat harus bisa dinikmati semua kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Baca Juga: Film ODUA Antar UIN KHAS Jember ke Podium PORSI Jawara II
Karena itu, gerakan yang dibangun KORMI tidak hanya menyasar anak muda, tetapi juga anak-anak, orang dewasa, lansia hingga penyandang disabilitas.
Dengan menjangkau desa-desa, kesempatan masyarakat untuk berolahraga diharapkan semakin terbuka sehingga gaya hidup sehat benar-benar tumbuh dari lingkungan tempat tinggal mereka.
"KORMI hadir bukan untuk membeda-bedakan, tapi mengajak semua orang bergerak, dari anak-anak, remaja, dewasa, lansia hingga penyandang disabilitas, dari kota sampai pelosok desa di Kabupaten Jember," katanya.
Agar gerakan tersebut berjalan berkelanjutan, KORMI tidak ingin bekerja sendiri.
Pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), Dinas Pendidikan, Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), pelaku UMKM hingga berbagai komunitas.
Baca Juga: Intip Dapur Radar Jember! 56 Siswa SMAN Umbulsari Belajar Olah Berita Jadi Tulisan dan Video
Sinergi itu diharapkan menjadikan olahraga rekreasi bukan hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jember.
Selain memperluas kegiatan, KORMI juga berupaya memperkuat organisasi anggotanya atau inorga sebagai motor penggerak olahraga masyarakat.
Pembinaan komunitas, pelatihan instruktur hingga rencana pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) Jawa Timur di Jember dipersiapkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus pengembangan kapasitas komunitas.
Tri optimistis semangat masyarakat Jember menjadi modal besar untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Baca Juga: Intip Dapur Radar Jember! 56 Siswa SMAN Umbulsari Belajar Olah Berita Jadi Tulisan dan Video
Dengan dukungan seluruh inorga, komunitas, pemerintah daerah, dan masyarakat, pihaknya ingin membangun budaya hidup sehat yang tumbuh dari keluarga, lingkungan, hingga desa-desa.
"Saya yakin kita bisa menjadikan Jember sebagai barometer olahraga masyarakat di Jawa Timur. Mari tinggalkan gadget sejenak, ajak keluarga bergerak, karena sehat itu pilihan dan bahagia dimulai dari bergerak," pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh