Radar Jember - Siapa tak kenal Stadion Jember Sport Garden atau JSG ini. Stadion kebanggaan warga Jember ini belakangan tengah naik daun.
Bukan karena fisik yang bersolek, tetapi karena aktivitasnya yang semakin hidup. Bagaimana gelanggang olahraga terbesar di Jember itu bisa terus berdenyut setiap harinya?
Dahulu, stadion kebanggaan wong Jember ini ibarat raksasa tidur hanya terbangun dan riuh ketika konser musik digelar atau ada laga kandang klub kebanggaan Persid Jember menjamu tamu. Selebihnya, ia sunyi, terisolasi di batas kota.
Baca Juga: BGN Bekukan 46 Dapur MBG di Jember setelah Sekian Lama Nunggak Izin Tapi Beroperasi
Namun sejak sekitar setahun belakangan, suasana sore kawasan Stadion JSG menjadi lebih hidup dengan aktifitas olahraga yang digawangi oleh para ASN dan masyarakat.
Kebijakan mobilisasi pasukan ASN oleh Pemkab Jember lewat program Olahraga Sore Bersama (OSMA) menjadi pelatuknya.
Keramaiannya bukan sekedar memecah keheningan JSG, namun juga menarik para PKL dan UMKM mengais rejeki, dengan membuka lapak di sekitar kawasan JSG.
Dengan mengenakan jersey kebanggaan berwarna merah muda atau pink, para ASN biasanya hadir sejak sedari pukul 15.00 Wib atau selepas Ashar. Mereka berasal dari berbagai unsur jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jember.
Mulai dari dinas, badan, sekretariat daerah, BUMD, rumah sakit dan Puskesmas, kecamatan, kelurahan, hingga sampai unsur guru dan tenaga kesehatan, baik yang berstatus PNS maupun PPPK. Biasanya mereka terjadwal secara bergiliran, terbagi dalam beberapa OPD, sejak Senin hingga Jum'at.
Baca Juga: Film ODUA Antar UIN KHAS Jember ke Podium PORSI Jawara II
Di lokasi, para ASN dan masyarakat yang datang tidak sekedar jogging atau olahraga santai. Seorang instruktur senam atau joget telah bersiap memandu mereka berolahraga senam aerobik, permainan kerjasama tim, hingga berkeringat.
Begitu selesai, tidak jarang ditutup dengan berfoto-foto ria dan memburu jajanan pelepas dahaga yang dijajakan para UMKM di sekitar JSG. Gelak tawa dan suasana akrab pun mewarnai kegiatan di area JSG.
“Melalui olahraga bersama, kita dapat menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat dan kekompakan dalam menjalankan tugas,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember, Rahman Anda, dalam keterangan resminya, (8/9).
Saat itu, Dispusip tidak sendiri, sejumlah OPD lain bersamaan gilirannya, juga hadir. Seperti dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Disporabudpar, Bapenda, BPKAD, Sekretariat DPRD, Dinas Tenaga Kerja, Dispendukcapil, DPMP, Diskopumdag, BPBD, hingga Kecamatan Silo.
Terlihat camat dan perangkat desa dari Silo bergerak beriringan, disusul rombongan dari Dispusip, hingga jajaran dari DPMD. Camat Silo, Bagas Wahyudi Witjaksono, yang hadir langsung bersama jajarannya mengaku olahraga di JSG bukan saja membiasakan hidup sehat, tetapi juga memperkuat sinergi antara lintas perangkat daerah, kecamatan dan desa.
Baca Juga: Intip Dapur Radar Jember! 56 Siswa SMAN Umbulsari Belajar Olah Berita Jadi Tulisan dan Video
"Ini bukan hanya tentang olahraga, ini tentang kekompakan. Kalau internal solid, kita bisa melayani masyarakat dengan lebih baik. Lewat olahraga juga, kita jadi lebih saling kenal, tidak ada sekat lagi," katanya.
Lebih jauh dari itu, Pemkab Jember mengakui terang-terangan menyimpan mimpi besar, menjadikan JSG sebagai episentrum baru. "Kalau Jakarta punya GBK, Jember punya JSG," kata Bupati Jember Muhammad Fawait saat meluncurkan gerakan OSMA JSG, Oktober 2025 lalu.
Ambisinya jelas, mengadopsi takdir Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta yang tak pernah tidur 24 jam. Keramaian yang selama ini menumpuk di area Alun-alun Kota Jember mulai ditarik perlahan menuju Ajung.
Hadirnya ratusan aparatur sipil setiap sore menjadi magnet alami. Ranah publik yang tadinya sepi perlahan berganti wajah menjadi ruang interaksi warga. Masyarakat umum dari berbagai penjuru Jember mulai berdatangan berlari kecil di lintasan, bersepeda santai, atau sekadar menikmati angin sore bersama keluarga.
Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi Warga! Disporabudpar Jember Dorong Konsep Wisata Industri Kreatif
Geliat manusia ini membawa angin segar bagi roda ekonomi bawah. Bau harum serabi hangat, kepulan asap sate, hingga deretan gerobak minuman dingin kini memadati area luar stadion.
Pelaku UMKM yang dulu gigit jari kini mendulang untung saban sore. "Kami memang ingin JSG jadi pusat keramaian baru. Harapan kami, bukan hanya sehat, tapi ekonominya juga bergerak dan UMKM bisa tumbuh," tambah Gus Fawait. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh