Radar Jember - Bagi pembaca, berita yang terbit di koran atau muncul di layar ponsel mungkin tinggal dibaca.
Namun, di balik beberapa paragraf yang tersaji itu ada proses panjang sebelum informasi benar-benar dihidangkan.
Hal inilah yang coba diintip 56 siswa SMAN Umbulsari saat menyambangi dapur redaksi Jawa Pos Radar Jember (JPRJ), kemarin (11/9).
Sekitar pukul 09.00, rombongan siswa ekstrakurikuler jurnalistik tersebut tiba di kantor JPRJ, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.
Baca Juga: Imbas WFH dan Sekolah Daring Krisis BBM, Pembukaan Liga Pelajar Piala Bupati Jember Ditunda!
Mereka tak datang sekadar melihat-lihat ruangan. Para siswa ingin mengetahui bagaimana informasi yang masih mentah diolah hingga layak menjadi konsumsi pembaca.
Di ruang redaksi, siswa diperkenalkan dengan tahapan kerja jurnalistik. Mulai dari mencari bahan, menggali informasi, naskah berita masuk redaktur, editor bahasa, proses layout, hingga siap tayang.
Dari proses tersebut, mereka mendapat gambaran bahwa tulisan yang terlihat singkat di halaman koran tidak lahir secara instan.
Bagi siswa yang selama ini belajar jurnalistik di sekolah, pengalaman tersebut seperti membuka pintu menuju dunia yang berbeda.
Baca Juga: Dulu Tak Bisa Baca! Mbah Mustakim 60 Tahun Setia Jual Buku Bekas demi Pelajar Jember
Mereka bisa melihat langsung bagaimana wartawan bekerja, memilah informasi, serta menentukan bagian mana yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat.
Maulidia Balqais Elzaina termasuk yang menikmati pengalaman tersebut. Menurut dia, kegiatan jurnalistik di sekolah selama ini memberikan dasar.
Namun, melihat langsung kerja media mainstream membuat pengetahuannya terasa lebih lengkap.
"Kami ingin mengetahui langsung bagaimana pengolahan berita di media mainstream, terutama media cetak. Tidak hanya berkutat di area sekolah," ujar Balqais.
Resep jurnalistik yang dikenalkan kepada siswa tidak hanya soal tulisan. Mereka juga mendapat materi mengenai teknik pengambilan gambar dan video.
Sebab, perkembangan media membuat sebuah informasi kini bisa disajikan dalam beragam bentuk, dari berita cetak hingga konten visual di platform digital.
Baca Juga: Harga Bensin Eceran Melonjak Saat Langka! Pakar Unmuh Jember Ingatkan Etika Berdagang
Guru pendamping, Fikry Rohmatul Jannah, mengatakan minat siswa terhadap jurnalistik sebenarnya cukup besar. Sekitar 80 siswa memiliki ketertarikan mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam kunjungan kali ini, 56 siswa berkesempatan melihat langsung bagaimana proses kerja media massa.
"Kami tidak memaksa, tetapi minat mereka tinggi untuk mengetahui langsung bagaimana berita itu diolah sebelum terbit, baik di media online maupun koran," tutur Fikry.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bahan bagi siswa untuk mengembangkan jurnalistik di sekolah. Mulai dari mengelola website, membuat majalah digital, hingga memproduksi konten di berbagai platform.
Baca Juga: Bensin Hijau Kembali Merata! Warga Jember Tak Perlu Panik dan War Pertalite Lagi
Dengan begitu, mereka tidak hanya belajar menjadi pembaca berita. Tetapi mulai memahami bagaimana sebuah informasi diracik agar tetap segar, menarik, dan tidak basi sebelum sampai ke publik. (kr/dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh