Tak Harus Bergedung Megah! Bupati Fawait Tegaskan Revitalisasi Pasar Jember Harus Dongkrak PAD

Maulana RJ • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:00 WIB
ICON KOTA: Tandon air di Pasar Tanjung yang hingga kini masih bertahan. Pemkab Jember juga berencana melakukan revitalisasi ke sejumlah pasar tradisional. (DOKUMENTASI RADAR JEMBER)
ICON KOTA: Tandon air di Pasar Tanjung yang hingga kini masih bertahan. Pemkab Jember juga berencana melakukan revitalisasi ke sejumlah pasar tradisional. (DOKUMENTASI RADAR JEMBER)

Radar Jember – Rehabilitasi pasar, tidak hanya sekadar megah ataupun indah. Tapi ada hasil kongkret dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di pasar tradisional.

Jubir Fraksi PKB DPRD Jember, Mufid, melontarkan kritik terkait revitalisasi pasar tradisional ini.

Ia menilai, pasar tradisional diberbagai kecamatan dalam kondisi yang buruk, atap yang bocok dan sanitasi yang tidak berfungsi yang menyebabkan kondisi becek saat musim hujan.

Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Jember Siap Hadirkan Listrik Andal dan Makin Dekat dengan Warga

Kondisi seperti itu, tambah dia, membuat masyarakat enggan untuk berbelanja di pasar tradisional.

“Pada satu sisi, pasar tradisional salah satu sumber PAD dan menjadi tolak ukur wajah pembangunan Jember. Keberhasilan revitalisasi harus diukur bukan dari megahnya bangunan, tetapi dari kembali hidupnya aktivitas ekonomi rakyat," terangnya.

Sementara, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa revitalisasi pasar tidak boleh hanya berfokus pada kemegahan fisik.

Tetapi harus memberi dampak konkret bagi ekonomi kerakyatan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​"Kami sepakat bahwa pasar adalah wajah pembangunan ekonomi rakyat. Karena itu, revitalisasi pasar tidak boleh berhenti pada membangun gedung yang bagus," kata Gus Fawait, sapaan dia, menjawab pandangan umum fraksi, saat rapat paripurna PAPBD 2026, di Gedung DPRD Jember, (6/9).

Baca Juga: Imbas WFH dan Sekolah Daring Krisis BBM, Pembukaan Liga Pelajar Piala Bupati Jember Ditunda!

Ia mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan utama.

Karena itu, Pemkab Jember ia pastikan mengambil langkah bertahap berdasarkan skala prioritas, sembari membuka peluang sinergi pembiayaan dengan pemerintah pusat maupun sumber pendanaan sah lainnya.

Lebih lanjut, kata dia, untuk memastikan efisiensi anggaran, Pemkab Jember akan memetakan kondisi seluruh pasar tradisional berdasarkan tingkat kerusakan, urgensi pelayanan, jumlah pedagang, hingga potensi ekonominya.

"Dari pemetaan itu, akan ditentukan prioritas penanganan, apakah melalui pemeliharaan, rehabilitasi, revitalisasi bertahap, atau pembangunan kembali," katanya.

​Selain pembenahan fisik di pasar tradisional, Gus Fawait mengemukakan soal reformasi tata kelola pasar secara menyeluruh. Termasuk untuk mengikis kebocoran dan semrawutnya manajemen lapangan. ​

Mulai soal pendataan dan validasi pedagang, ​penataan zonasi dan SOP, soal digitalisasi retribusi untuk meningkatkan transparansi penerimaan daerah dan menekan potensi kebocoran PAD, hingga soal pengawasan keamanan dan fasilitas untuk mengoptimalkan pengelolaan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Dulu Tak Bisa Baca! Mbah Mustakim 60 Tahun Setia Jual Buku Bekas demi Pelajar Jember

"Prinsipnya, setiap rupiah yang kami investasikan untuk pasar harus memberikan manfaat nyata bagi pedagang dan masyarakat," imbuh dia. (mau/dwi)

 

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
PAD Jember Jember revitalisasi pasar pasar tanjung Gus Fawait