Radar Jember - Persediaan BBM di setiap SPBU di wilayah Jember sejak Kamis (10/9) hingga kemarin (11/9) mulai normal.
Antrean pun tidak mengular lagi seperti dulu.
Namun, saat malam hari tiba antrean sedikit berbeda. Bukan lagi konsumen langsung yang antre.
Tapi diduga pedagang eceran yang menyerbu SPBU, terutama di daerah pinggiran.
Baca Juga: Imbas WFH dan Sekolah Daring Krisis BBM, Pembukaan Liga Pelajar Piala Bupati Jember Ditunda!
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pada Kamis malam (10/9) pukul 22.00 di SPBU Jenggawah terlihat antrean kendaraan roda dua hingga malam hati.
Motor yang antre diduga adalah pedagang eceran. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali.
Setiap selesai mengisi BBM jenis pertalite langsung keluar dan menuju tempat aman untuk menguras tangki motornya.
Tempat menguras BBM ada tempat khusus di utara SPBU Jenggawah. Mereka masuk ke gang rumah warga.
Baca Juga: Nekat Keluyuran Saat WFH Bakal Kena Sanksi! Pemkab Jember Ambil Langkah Taktis Krisis BBM
Langkah itu bisa berkali kali mengisi BBM pertalite yang masih ada di SPBU Jenggawah tepatnya di Desa Wonojati.
Sementara, pada siang hari kemarin (11/9) mobil dengan tangki modifikasi juga tampak keluar masuk untuk membeli BBM jenis solar.
"Apakah dari pihak pengelola SPBU sendiri memang memberikan kebebasan ya. Seharusnya seperti ini harus ditertibkan. Menurut saya bila ingin menertibkan kepolisian jangan turun memakai kendaraan dinas polisi,” terangnya.
Sementara di SPBU wilayah kota seperti Gladak Pakem Jalan Wolter Monginsidi tidak ada antrean mengular. Begitu pula di SPBU A. Yani.
Pemandangan pasukan Thunder ataupun mobil tangki modifikasi hampir tidak ada. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh