Harga Bensin Eceran Melonjak Saat Langka! Pakar Unmuh Jember Ingatkan Etika Berdagang

M Adhi Surya • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 07:45 WIB
"Islam tidak membenarkan kita mengambil keuntungan atas kesulitan orang lain. Kita harus mengutamakan prinsip al-
"Islam tidak membenarkan kita mengambil keuntungan atas kesulitan orang lain. Kita harus mengutamakan prinsip al-'adl, yaitu keadilan, dan aktivitas ekonomi harus memberikan manfaat, bukan justru memperbesar kesulitan yang terjadi di masyarakat.” MIFTAHUL HASANAH, Kaprodi Ekonomi Syariah Unmuh Jember. (UNMUH JEMBER)

Radar Jember - Kelangkaan BBM di Jember tak hanya membuat kendaraan mengular di SPBU.

Di tengah kebutuhan yang mendesak, harga BBM eceran ikut terdongkrak, kondisi ini menjadi ujian bagi pelaku usaha untuk tetap mencari untung tanpa mengambil keuntungan dari kesulitan masyarakat.

Kaprodi Ekonomi Syariah Unmuh Jember, Miftahul Hasanah, S.E.I., M.E.I., mengatakan, aktivitas jual beli dan mengambil keuntungan pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam.

Baca Juga: Gelontorkan 952 Kiloliter! Pertamina Pastikan Stok BBM Di Jember Surplus 146 Persen

Namun, kebebasan tersebut tetap memiliki batas, terutama ketika transaksi berpotensi merugikan orang lain.

"Kalau kita melihat dalam perspektif Islam, sebenarnya berdagang dan mencari keuntungan dalam berdagang diperbolehkan. Namun, ada batasan-batasan yang harus kita pahami sebagai seorang Muslim. Kita harus mengutamakan cara yang halal dan tidak merugikan orang lain," ujarnya.

Menurut dia, BBM memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

Bagi sebagian masyarakat, BBM bahkan menjadi penunjang utama untuk bekerja dan mencari nafkah. Karena itu, kelangkaan semestinya tidak dijadikan celah untuk memperbesar beban konsumen.

Islam tidak menetapkan persentase keuntungan secara kaku dalam setiap transaksi. Artinya, tidak ada patokan tunggal bahwa pedagang hanya boleh mengambil keuntungan lima atau sepuluh persen.

Baca Juga: Stok Melimpah tapi Gaib! Hilangnya Pertalite di Jember Bikin Warga Curiga

Yang lebih penting ialah harga dan proses jual beli dilakukan secara wajar, tidak menzalimi, serta dilandasi kerelaan kedua pihak.

"Yang menjadi prinsip adalah tidak mencederai, tidak menzalimi, dan ada‘an tarāḍin minkum atau saling rida," jelasnya.

Persoalannya menjadi lain ketika kelangkaan sengaja dimanfaatkan untuk mengerek harga setinggi mungkin.

Terlebih jika barang sengaja ditahan atau ditimbun agar pasokan semakin sulit diperoleh.

Dalam ekonomi Islam, praktik semacam itu dikenal sebagai ikhtikar dan dilarang karena dapat menambah kesulitan masyarakat.

"Islam tidak membenarkan kita mengambil keuntungan atas kesulitan orang lain. Kita harus mengutamakan prinsip al-'adl, yaitu keadilan, dan aktivitas ekonomi harus memberikan manfaat, bukan justru memperbesar kesulitan yang terjadi di masyarakat," katanya. (ika/c2/dhi)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Unmuh Jember bensin eceran bbm langka Ekonomi Syariah