Radar Jember - Kepanikan massal yang dirasakan masyarakat lantaran kelangkaan BBM di hampir seluruh SPBU di Jember memaksa pemerintah daerah hingga jajaran OPD turun tangan.
Beberapa camat bahkan diminta turun langsung memantau kondisi SPBU di lapangan.
"Kami minta bantuan seluruh ASN dan staf untuk ikut memberikan informasi kepada masyarakat dengan baik bahwa antrean ini terjadi karena ada kendala dan keterlambatan distribusi, bukan berarti stok BBM habis," kata Camat Sumberjambe, Umar Faroek, dalam keterangan resminya, usai meninjau SPBU setempat, (7/9).
Baca Juga: Panic Buying Bikin Konsumsi BBM Naik 25 Persen, Hiswana Migas Bongkar Penyebab Antrean SPBU Jember
Ia meminta masyarakat tetap tenang dengan membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying.
"Karena hal itu justru dapat membuat antrean semakin panjang," tambah dia.
Di lokasi berbeda, upaya serupa juga dilakukan. Seperti di SPBU sekitar Kecamatan Gumukmas, yang telah terjadi antrean panjang sejak sepekan terakhir.
"Masyarakat diminta tenang. Pemkab Jember bersama Pertamina sedang menyelesaikan permasalahan distribusi ini.
Jangan sampai antrean memicu kepanikan yang justru memperparah situasi," kata Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, dalam keterangan resminya, saat memantau BBM di SPBU setempat, (7/9).
Baca Juga: Bongkar Penyebab Antrean BBM di Jember: Gus Fawait Desak Pertamina Buka Jalur Pengiriman Baru
Manager/Pengawas SPBU Bagorejo Gumukmas, Hanif, menyebut pasokan BBM ke SPBU-nya sempat turun hingga 50 persen dan bahkan kosong pada 2 hari lalu.
"Tanggal 2 kemarin kosong karena kendala pada pendistribusian. Tapi sekarang mulai berangsur normal," klaimnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh