Bongkar Bisnis di Tengah Antrean BBM Jember: Beli Resmi Rp 10 Ribu Dijual Lagi Rp 15 Ribu!

M Adhi Surya • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 06:08 WIB
TETAP DIECER: Dwi Priawan, pedagang BBM eceran menunjukan pertalite yang dijual olehnya. (Dok. Radar Jember)
TETAP DIECER: Dwi Priawan, pedagang BBM eceran menunjukan pertalite yang dijual olehnya. (Dok. Radar Jember)

Radar Jember - Pemandangan Pertalite dibeli untuk kemudian dijual kembali bukan lagi hal yang asing. Namun, praktik itu terasa semakin menjengkelkan ketika terjadi di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.

Saat warga harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM, masih ada pihak yang diduga memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan. Pertalite yang dibeli dari SPBU dengan harga sekitar Rp 10 ribu per liter, kembali ditawarkan kepada masyarakat dengan harga mencapai Rp 15 ribu per liter.

Artinya, ada keuntungan sekitar 50 persen dari harga resmi SPBU. Bahkan, harga tersebut lebih tinggi dibandingkan dua hari sebelumnya yang berada di kisaran Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per liter.

Baca Juga: Panic Buying Bikin Konsumsi BBM Naik 25 Persen, Hiswana Migas Bongkar Penyebab Antrean SPBU Jember

Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar. Ketika masyarakat sedang kesulitan mendapatkan BBM, mengapa masih ada pihak yang leluasa menjadikan BBM bersubsidi sebagai komoditas untuk mencari keuntungan besar?

Padahal, larangan memperjualbelikan kembali BBM bersubsidi sudah jelas. Masalahnya, aturan tanpa pengawasan dan penindakan hanya akan menjadi macan kertas.

KBO Satlantas Polres Jember Ipda Ony Angga mengatakan, Polres Jember telah mengeluarkan imbauan keras sekaligus mempertegas larangan penyalahgunaan BBM bersubsidi bagi masyarakat.

“Masyarakat diimbau untuk tidak panik (panic buying) dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan normal karena total volume stok dipastikan aman,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengancam akan menindak tegas secara hukum oknum-oknum yang memanfaatkan momen keterlambatan pasokan untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Baca Juga: Bongkar Penyebab Antrean BBM di Jember: Gus Fawait Desak Pertamina Buka Jalur Pengiriman Baru

Larangan tersebut berlaku bagi siapa pun yang memborong BBM bersubsidi jenis Pertalite menggunakan galon maupun jeriken untuk dijual kembali dengan harga tidak wajar.

Pernyataan itu terdengar tegas. Tetapi masyarakat tentu ingin melihat ketegasan tersebut dalam bentuk tindakan, bukan berhenti pada imbauan.

Sebab, di tengah antrean yang mengular, persoalan bukan hanya bagaimana kendaraan tidak mengganggu arus lalu lintas. Ada persoalan yang jauh lebih mendasar: siapa yang menikmati BBM subsidi dan siapa yang justru mengambil keuntungan dari kelangkaannya?

Sementara itu, personel Satlantas Polres Jember terus disiagakan di lapangan untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan penataan barisan kendaraan. SPBU Kaliwates menjadi salah satu titik yang terus mendapatkan pengawalan agar antrean pengendara tidak menutup penuh akses jalan protokol.

Langkah pengaturan lalu lintas diintensifkan secara berkala agar kelumpuhan jalan raya di sekitar SPBU dapat dicegah sedini mungkin. “Kami arahkan petugas SPBU untuk mengatur sehingga antrean yang disebabkan oleh keterlambatan pasokan dapat diminimalisir, tidak menyebabkan kemacetan,” kata Ony.

Baca Juga: Bikin Pekerja dan Siswa Terlambat! Antrean BBM SPBU Jubung Jember Picu Kemacetan Panjang

Pantauan di lokasi lain, seperti SPBU Jalan A. Yani, juga menunjukkan kondisi serupa. Antrean pembeli masih mengular cukup panjang. Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, Polres Jember menerjunkan tim patroli mobiling gabungan dari unsur Polres hingga polsek jajaran. Tim tersebut bergerak dinamis menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan.

Di tengah situasi penantian panjang tersebut, kepolisian juga mengedepankan pendekatan humanis demi menjaga kondusivitas. Petugas di lapangan tampak membagikan air minum kemasan secara gratis kepada pengendara yang terjebak antrean panjang.

“Apabila ada ramai, kami atur, kami bantu petugasnya. Begitu tertib, kami tertib di titik berikutnya,” ujar Ony. (dhi/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Pertalite langka Polres Jember bbm langka antrean bbm