Radar Jember - Klaim stok aman dan guyuran pasokan tambahan yang dikemukakan oleh PT Pertamina untuk mengatasi krisis BBM di Jember, baru-baru ini (6/9) sepertinya belum membuat keadaan pulih.
Hingga, kemarin sore (8/9), antrean masih mengular di mayoritas SPBU Jember.
Kondisi ini memaksa pemerintah daerah bergerak cepat. Bukan saja mendesak Pertamina untuk memastikan keamanan distribusi BBM.
Baca Juga: Panic Buying Bikin Konsumsi BBM Naik 25 Persen, Hiswana Migas Bongkar Penyebab Antrean SPBU Jember
Tetapi juga menyiapkan skema lain untuk menekan mobilitas masyarakat.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku, tengah mempersiapkan langkah antisipasi darurat untuk menekan beban arus lalu lintas di sekitar area SPBU.
Salah satunya ancang-ancang memberlakukan kembali kebijakan work from home (WFH) bagi ASN dan pembelajaran jarak jauh (daring) bagi siswa sekolah.
Kebijakan itu pernah diterapkan saat krisis BBM memuncak pada 2025 lalu.
Baca Juga: Bongkar Penyebab Antrean BBM di Jember: Gus Fawait Desak Pertamina Buka Jalur Pengiriman Baru
"Kalau hari ini masih ada antrean-antrean, kami harus ambil langkah taktis. Kalau perlu, saya tawarkan WFH dulu, atau secara daring untuk pembelajaran sekolah, jika dirasa antrean BBM semakin panjang," katanya Gus Fawait, usai Rapat Paripurna RAPBD 2026, di Gedung DPRD Jember, (7/9).
Kendati Jember dikabarkan telah mendapat penebalan pasokan Pertamax dan Pertalite hingga 100 kiloliter.
Gus Fawait mengaku, telah melayangkan protes resmi kepada SBM Pertamina Jember dan pengelola Depo) Pertamina Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Pihaknya juga terus memantau perkembangan terkini di lapangan terkait antrean BBM di SPBU.
"Sekali lagi kita tidak boleh terjebak harus saling menyalahkan kalau sekarang. Kita harus saling cari solusi," tambah dia. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh