Pertalite dan Pertamax Habis Total, Motor Warga Jember Terpaksa Diisi Bensin 'Mewah' Eceran!

Jumai RJ • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 06:25 WIB
MERAH MERONA: Pedagang bensin eceran terpaksa menjual BBM jenis Pertamax Turbo. (JUMAI/RADAR JEMBER)
MERAH MERONA: Pedagang bensin eceran terpaksa menjual BBM jenis Pertamax Turbo. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Kelangkan dan sulitnya mendapatkan BBM jenis Pertalite membuat sejumlah pedagang bensin eceran di Jember mencari alternatif.

Mereka terpaksa beralih menjual Pertamax hingga Pertamax Turbo.

Kondisi tersebut terjadi lantaran pembelian Pertalite bagi pedagang eceran juga dibatasi.

Baca Juga: Akhmad Nizar, Pelari Asal Mayang Jember Jadi yang Tercepat Kedua Taklukkan Rute Ekstrem UTMB Prancis

Sementara untuk BBM jenis Pertamax dan Pertamax Turbo, pedagang mengaku masih lebih mudah mendapatkannya.

Kondisi ini membuat sejumlah pedagang memilih membeli BBM dengan harga lebih tinggi untuk kemudian dijual kembali kepada pengendara.

Di lapangan, Pertalite eceran dijual dengan harga sekitar Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per botol. Sedangkan botol ukuran lebih besar dibanderol sekitar Rp 18 ribu per botol.

Untuk Pertamax, pedagang menjual sekitar Rp 18 ribu per botol kecil, sedangkan ukuran besar mencapai Rp 27 ribu per botol.

Sementara BBM jenis Pertamax Turbo dijual sekitar Rp 22 ribu per botol.

Baca Juga: Grojok Rp38,9 Miliar! Pemkab Jember Kebut Program Oplah 7.070 Hektare Lahan

Sulitnya mendapatkan Pertalite membuat sebagian pengendara roda dua akhirnya memilih membeli BBM dengan jenis dan harga yang lebih mahal.

Bagi mereka, ketersediaan BBM menjadi pertimbangan utama dibanding harus mencari ke sejumlah tempat.

Seperti yang dilakukan salah seorang pedagang bensin eceran di Kecamatan Jenggawah.

Karena Pertalite sulit diperoleh, pedagang tersebut terpaksa membeli Pertamax Turbo untuk memenuhi permintaan konsumen.

Bahkan, stok Pertamax biasa yang sebelumnya dijual juga telah habis.

Kondisi tersebut membuat pengendara tetap membeli Pertamax Turbo meski harus merogoh kocek lebih dalam.

Mereka memilih cara tersebut agar tetap bisa melanjutkan perjalanan dan tidak terlambat beraktivitas.

Baca Juga: Bikin Waswas Pengendara! Anak-Anak Bersepeda Listrik di Jember Makin Berani Tantang Maut

Samsul, 37, warga Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, mengaku terpaksa membeli Pertamax Turbo karena tidak menemukan Pertalite maupun Pertamax biasa di sejumlah pedagang eceran.

“Meskipun harga mahal, yang penting barangnya ada. Daripada saya terlambat masuk kerja. Di setiap pedagang eceran sudah banyak yang tidak jual. Jadi terpaksa membeli BBM yang belum pernah saya beli selama mempunyai sepeda motor,” ujarnya. (jum/c2/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
panic buying Jember Pertalite langka bbm langka pertamax turbo