Radar Jember - Krisis kali ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Meski penebalan stok Pertalite dan Pertamax sebanyak 100 kiloliter telah dikucurkan ke Jember, tapi hambatan di jalur pasokan belum sepenuhnya terurai.
Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, membeberkan bahwa simpul kemacetan berada di kawasan Ketapang, Banyuwangi.
Baca Juga: Akhmad Nizar, Pelari Asal Mayang Jember Jadi yang Tercepat Kedua Taklukkan Rute Ekstrem UTMB Prancis
Proyek revitalisasi dermaga Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang memicu penumpukan kendaraan hingga 15 kilometer, yang berimbas langsung pada keterlambatan armada truk tangki BBM.
"Stok BBM sebenarnya aman. Namun, terjadi kendala pendistribusian dari Depot Tanjung Wangi menuju Jember akibat kemacetan panjang dampak revitalisasi ASDP Ketapang," kata Ikbal, saat ditemui, kemarin, (7/9).
Menanggapi fenomena ini, masyarakat Jember yang khawatir akan krisis berkepanjangan memilih berbondong-bondong mengantri di SPBU.
Akibatnya, kata Ikbal, konsumsi BBM harian masyarakat Jember juga mengalami lonjakan tajam hingga 20 sampai 25 persen dari rata-rata normal.
Lebih jauh Ikbal mengemukakan bahwa untuk mengurai kemacetan pasokan dan meredam antrean, otoritas terkait mengubah total skema distribusi dari TBBM Tanjung Wangi yang membawahi empat wilayah edar: Banyuwangi, Jember, Bondowoso, dan Situbondo.
Baca Juga: Akhmad Nizar, Pelari Asal Mayang Jember Jadi yang Tercepat Kedua Taklukkan Rute Ekstrem UTMB Prancis
"Saat ini pasokan BBM dari TBBM Tanjung Wangi diprioritaskan 100 persen penuh untuk menyokong wilayah Jember," katanya.
Guna menopang perubahan skema pasokan Jember, tambah dia, maka pengalihan rute distribusi (rerouting) diterapkan untuk wilayah tetangga, seperti Situbondo dan Bondowoso.
"Tanjung Wangi ini kan melayani empat kabupaten ya: Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember. Nah, kemudian untuk yang sekarang ini, suplai support 100 persen dari Tanjung Wangi untuk Jember. Untuk Bondowoso sendiri dialihkan dari Surabaya. Kemudian Situbondo 80 persen dari Surabaya dan 20 persen dari Tanjung Wangi," katanya.
Dia mengimbau warga Jember untuk tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian tanpa mengantri menggunakan jeriken.
"BBM ini selalu ada dan pasokan terus dikirim. Kami minta masyarakat tidak panic buying," pungkas pria yang juga anggota DPRD Jember itu. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh