Bongkar Penyebab Antrean BBM di Jember: Gus Fawait Desak Pertamina Buka Jalur Pengiriman Baru

Maulana RJ • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 08:00 WIB
MINTA KEJELASAN: Gus Fawait saat memanggil Pertamina, kaitan krisis BBM yang terus meresahkan masyarakat, dalam rapat koordinasi yang dilangsungkan di pendapa bupati, Minggu malam (6/9). (DOK. GUS FAWAIT)
MINTA KEJELASAN: Gus Fawait saat memanggil Pertamina, kaitan krisis BBM yang terus meresahkan masyarakat, dalam rapat koordinasi yang dilangsungkan di pendapa bupati, Minggu malam (6/9). (DOK. GUS FAWAIT)

Radar Jember - Antrean panjang kendaraan mengular di hampir seluruh SPBU di Jember dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu bukan hal yang baru di Jember. Setidaknya dalam setahun terakhir pemandangan itu pernah terjadi tiga kali di Jember.

Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Terminal Tanjung Wangi Banyuwangi, Andi Reza Ramadhan, mengatakan, kondisi sejumlah SPBU di Jember terjadi antrian cukup panjang lantaran adanya gangguan teknis pada alur pengiriman dari terminal utama di Banyuwangi menuju wilayah edar, termasuk ke Jember.

​"Dapat kami sampaikan bahwasanya selama dua hari terakhir telah dilakukan penambahan penyaluran, baik itu produk Pertalite dan Pertamax, kurang lebih di angka 100 KL atau 100.000 liter di Kabupaten Jember. Sehingga masyarakat tidak perlu panik lagi terkait adanya isu-isu yang beredar di lapangan," kata Andi Reza, dalam keterangan terbukanya, usai rapat koordinasi di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Minggu malam, (6/9).

Baca Juga: Mahasiswa PMM Universitas Jember Dampingi PKK dan KWT Sabrang Wujudkan Hidroponik Berkualitas

​Meski Pertamina mengklaim pasokan telah ditambah hingga 100 kiloliter (KL), gangguan distribusi berulang ini seolah membangkitkan ingatan publik pada kelumpuhan pasokan medio Maret 2025 lalu.

Kala itu, Jember dilanda krisis BBM parah akibat kegagalan antisipasi Pertamina saat Jalur Gumitir. Akses darat utama penyambung Jember-Banyuwangi ditutup total untuk perbaikan. Pertamina dinilai gagap mengamankan rantai pasok sejak awal.

​Sikap lambat dan pola berulang ini memicu reaksi keras dari pemerintah daerah. Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku, jengkel atas kelumpuhan pelayanan di SPBU yang meresahkan aktivitas ekonomi di kota berpenduduk 2,6 juta jiwa ini.

​"Semalam saya menyampaikan protes secara resmi kepada Pertamina. Kami menyampaikan bahwa ini sebenarnya kejadian dua tiga kalinya dan masalahnya hampir sama. Masalah jalur distribusi," ketus dia, ditemui usai rapat Paripurna RAPBD 2026 di Gedung DPRD Jember, Senin siang, (7/9).

​Gus Fawait, sapaan dia, menegaskan bahwa meski Pertamina menjamin stok BBM nasional maupun daerah dalam kondisi aman dan telah mengucurkan penebalan pasokan. Pemkab Jember mendesak evaluasi total pada sistem logistik Pertamina.

Baca Juga: Akhmad Nizar, Pelari Asal Mayang Jember Jadi yang Tercepat Kedua Taklukkan Rute Ekstrem UTMB Prancis

Ia lantas meminta suplai untuk kawasan Tapal Kuda tidak lagi ditumpukan penuh pada satu urat nadi tunggal di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. ​

"Ke depan harusnya ada solusi bahwa pengiriman untuk wilayah Tapal Kuda jangan cuma mengandalkan dari satu titik saja, yaitu Pelabuhan Banyuwangi. Tetapi juga harus ada dari Surabaya, dari Malang. Kerap kali ada sedikit hambatan lalu lintas di jalur tersebut, pendistribusian langsung terganggu meluas," katanya.

​Ia menambahkan, Pemkab Jember akan melayangkan surat rekomendasi resmi ke Pertamina Pusat agar skema pengiriman alternatif dari Surabaya dan Malang dipatenkan.

"Jadi ini tidak boleh kami sepelekan. Kami akan terus evaluasi. Kalau memang masih ada antrean, maka kami akan undang kembali Pertamina ke Pemkab untuk mencari solusi bersama," pungkas mantan legislator DPRD Jawa Timur itu. (mau/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember bbm langka pertamina antrean BBM Jember Gus Fawait