Beda Dari yang Lain! Maba Unmuh Jember Diajak Aksi Demonstrasi dan Orasi saat PKKPIMB 2026

M Adhi Surya • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 07:00 WIB
SIMULASI AKSI: Maba Unmuh Jember berlatih menyampaikan aspirasi dalam simulasi demonstrasi. (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
SIMULASI AKSI: Maba Unmuh Jember berlatih menyampaikan aspirasi dalam simulasi demonstrasi. (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - “Saya akan lawan!” Suara itu terdengar lantang dari halaman Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, kemarin (7/9).

Pekikan seorang mahasiswa baru (maba) tersebut sontak memancing perhatian peserta lain. Gaya bicaranya dibuat menyerupai Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Namun, kali ini bukan pidato politik dan bukan pula aksi demonstrasi sungguhan.

Di hadapannya, puluhan mahasiswa baru berdiri membawa poster. Sebagian mengangkat tangan, lainnya mengikuti pekikan dengan suara tak kalah keras.

Baca Juga: Akhmad Nizar, Pelari Asal Mayang Jember Jadi yang Tercepat Kedua Taklukkan Rute Ekstrem UTMB Prancis

Barisan yang semula terlihat kaku perlahan berubah menjadi lebih hidup. Mereka berorasi, meneriakkan tuntutan, dan mencoba memainkan peran sebagai kelompok mahasiswa yang tengah menyampaikan aspirasi.

Itulah suasana yang sengaja dibangun dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus dan Pembinaan Ideologi Mahasiswa Baru (PKKPIMB) 2026 Unmuh Jember. Demonstrasi dijadikan sebagai metode belajar.

Bagi para maba, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang berbeda dari kegiatan pengenalan kampus pada umumnya. Tidak ada kursi yang tersusun rapi di dalam ruang seminar. Tidak ada peserta yang hanya duduk mendengarkan pemateri selama berjam-jam.

Mereka justru diajak keluar, berdiskusi, menyusun isu, membuat poster, kemudian menyampaikan gagasan di ruang terbuka. Ketua Panitia PKKPIMB Unmuh Jember Putra Kurniawan mengatakan, konsep tersebut lahir dari evaluasi terhadap pola penyampaian materi yang selama ini cenderung menggunakan metode seminar.

Baca Juga: Grojok Rp38,9 Miliar! Pemkab Jember Kebut Program Oplah 7.070 Hektare Lahan

Menurutnya, materi yang disampaikan berjam-jam di dalam ruangan berpotensi membuat mahasiswa baru kehilangan fokus.

“Selama ini materi selalu di dalam ruang berupa seminar yang membuat adik-adik bosan. Karena itu kami mencoba membuat sesuatu yang berbeda,” kata Putra.

Namun, simulasi demonstrasi itu bukan sekadar membuat mahasiswa berani berteriak. Ada pesan yang lebih besar yang hendak ditanamkan.

Para maba diajak memahami bahwa kebebasan menyampaikan pendapat selalu memiliki batas berupa norma, etika, dan aturan.

Sebelum turun melakukan simulasi, peserta terlebih dahulu melakukan konsolidasi. Mereka membahas sejumlah persoalan yang tengah menjadi perhatian publik. Dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan persoalan kebakaran hutan di Kalimantan menjadi beberapa isu yang diangkat.

Dari diskusi tersebut, peserta menyusun tuntutan dan menuangkannya dalam poster. Setelah itu, mereka belajar bagaimana menyampaikan tuntutan tersebut melalui orasi.

Baca Juga: Bikin Waswas Pengendara! Anak-Anak Bersepeda Listrik di Jember Makin Berani Tantang Maut

Mereka diajari membentuk barisan, mengatur intonasi suara, menjaga kekompakan, hingga mengendalikan emosi. BEM Universitas dan Pengurus Komisariat IMM Unmuh Jember turut dilibatkan untuk mendampingi jalannya simulasi.

“Kami ingin mengajari adik-adik menyuarakan ide kritis dengan cara yang benar. Emosinya nyampai, tapi normanya tetap dipegang,” tegas Putra.

Sebanyak 1.584 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga gelombang sehingga seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara bertahap.

Di tengah suara orasi dan poster yang terangkat tinggi, ada satu pelajaran yang hendak ditanamkan: menjadi mahasiswa bukan hanya tentang hadir di ruang kuliah, mencatat materi, lalu mengikuti ujian.

Lebih dari itu, mahasiswa dituntut mampu membaca persoalan di sekitarnya, membangun keberanian untuk berpikir kritis, sekaligus menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Baca Juga: Wani Ngimpi Wani Ngelakoni! 1.584 Mahasiswa Baru Unmuh Jember Siap Tempur Di PKKPIMB

Bagi Unmuh Jember, simulasi demonstrasi menjadi cara untuk memperkenalkan identitas mahasiswa sejak awal. Bahwa kampus bukan ruang yang memisahkan mahasiswa dari persoalan masyarakat, melainkan tempat untuk belajar memahami, menganalisis, dan merespons berbagai persoalan.

“Mahasiswa harus kenal dengan peran jati dirinya sebagai agent of change, agent of control, dan agent of analysis,” pungkas Putra. (ika/dhi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
orasi Demonstrasi Unmuh Jember maba aksi