Radar Jember – Tren bocah yang asyik mengayuh hingga adu kecepatan dengan sepeda listrik di jalan raya bukan sekadar pemandangan menggelitik, melainkan ancaman nyata.
Tanpa helm, tanpa pelindung, dan tanpa pemahaman marka jalan, para pengendara cilik ini seolah sedang menantang maut di tengah arus kendaraan besar. Ancaman tersebut nyata adanya dan bukan sekadar imbauan di atas kertas.
Berdasarkan rilis data resmi kecelakaan lalu lintas Satlantas Polres Jember periode 28 Agustus hingga 3 September, tercatat sebanyak 36 kejadian laka lantas yang memakan korban 6 jiwa meninggal dunia, 2 luka berat, serta 40 luka ringan.
Dari rentetan insiden itu, sebanyak 2 unit sepeda listrik tercatat terlibat dalam kecelakaan di jalan raya.
Keterlibatan sepeda listrik dalam grafik kecelakaan di Jember ternyata bukan kali ini saja terjadi.
Pada periode pekan sebelumnya 22 hingga 28 Agustus, tercatat 1 unit sepeda listrik terlibat dari 24 kejadian kecelakaan, begitu pula pada periode akhir Juli 25 hingga 31 yang menyumbang 2 unit sepeda listrik dari total 23 kasus laka lantas.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jember, Ipda Tommy Nur Alamsyah, menegaskan bahwa jalan raya bukanlah arena bermain bagi anak-anak, apalagi dengan menunggangi armada listrik yang tak memenuhi regulasi keselamatan jalan umum.
Sepeda listrik, tegasnya, sama sekali tidak mengantongi izin untuk mengaspal di jalan umum yang padat lalu lintas
"Sepeda listrik tidak memiliki izin operasional di jalan raya. Sangat berbahaya jika dikendarai anak-anak di tengah padatnya arus lalu lintas kendaraan," ujarnya.
Anak-anak dinilai belum memiliki naluri berkendara yang matang, kepekaan terhadap bahaya, maupun refleks emosional saat berhadapan dengan situasi darurat di jalan raya.
Membiarkan mereka meliuk-liuk di antara kendaraan bermotor sama saja dengan mengumpankan keselamatan mereka pada risiko fatalitas.
Kunci utama penanganan masalah ini ada pada peran aktif orang tua agar membatasi penggunaan sepeda listrik hanya di area kompleks perumahan, halaman rumah, atau kawasan Car Free Day (CFD).
"Sayangi anak, jangan biarkan sepeda listrik masuk jalan raya. Mari jaga keselamatan anak-anak kita bersama demi masa depan mereka," tegas Ipda Tommy. (dhi/bud)
Baca Juga: Aturan Sepeda Listrik Telah Disosialisasikan, Dishub Jember Sebut Penindakan Belum Dirumuskan
Editor : Imron Hidayatullahh