Detik-Detik Perahu Nelayan Puger Dihantam Gelombang: Harus Tunggu Momen Tepat Buat Masuk Plawangan!

Jumai RJ • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:00 WIB
MENCARI MOMENTUM: Nelayan yang hendak pulang kesulitan melintasi Plawangan Puger, Puger Kulon, Minggu (6/9) pagi. (JUMAI/RADAR JEMBER)
MENCARI MOMENTUM: Nelayan yang hendak pulang kesulitan melintasi Plawangan Puger, Puger Kulon, Minggu (6/9) pagi. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Gelombang di pantai selatan kembali membesar. Kondisi tersebut membuat nelayan yang hendak pulang ke Puger kesulitan melintasi plawangan Puger, Minggu (6/9) pagi.

Nelayan harus menunggu momentum yang tepat saat gelombang datang. Sebab, jika salah mengambil jalur masuk, perahu bisa dihantam ombak dan membahayakan keselamatan.

Bahkan, pada Minggu pagi, sebuah jukung berukuran kecil sempat menabrak karang di sekitar plawangan setelah dihantam gelombang.

Baca Juga: Bertahun-tahun Merasa Dianaktirikan, Gus Fawait Janjikan Madrasah di Jember Dapat Porsi Khusus APBD

Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Pemilik jukung berhasil selamat dan perahunya juga tidak mengalami kerusakan serius.

KBO Satpolair Polres Jember di Puger, Aiptu Agus Rianto, mengatakan bahwa kondisi ombak mulai kembali membesar.

Karena itu, dia mengimbau nelayan agar selalu berhati-hati, baik saat berangkat maupun ketika hendak kembali ke daratan.

“Untuk yang berangkat harus hati-hati. Kalau pulangnya keesokan hari dan saat itu ombaknya besar, tentu harus lebih waspada,” kata Agus.

Baca Juga: Melaut Kini Lebih Tenang, Pemkab Jember Proteksi Ratusan Nelayan Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Menurut dia, nelayan yang tetap berangkat melaut harus mengetahui informasi mengenai kondisi gelombang.

Informasi tersebut penting untuk menentukan waktu yang aman saat kembali melalui plawangan.

“Nelayan yang tetap berangkat melaut harus mengetahui informasi terkait kondisi ombak,” imbuhnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah nelayan memilih memutar haluan setelah melihat gelombang besar di sekitar plawangan.

Mereka menunggu hingga kondisi gelombang lebih landai sebelum mencoba masuk.

“Kalau ombaknya agak landai, nelayan baru bisa pulang bersama nelayan lainnya. Tetapi kalau terlihat ombak besar, mereka memilih berputar-putar di tengah sebelum memasuki plawangan,” pungkasnya. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
nelayan puge Jember pantai selatan jember plawangan puger gelombang laut tinggi