Radar Jember - Bencana kebakaran lahan kering makin masif meneror kawasan perkotaan Jember selama dua hari berturut-turut.
Kebiasaan warga membakar sampah di tengah musim kemarau ekstrem menjadi pemicu utama yang kini mulai mengancam fasilitas umum hingga permukiman warga.
Insiden terbaru melanda dua hektare lebih lahan di belakang SMA Muhammadiyah, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kamis sore, (3/9).
Baca Juga: Bertahun-tahun Merasa Dianaktirikan, Gus Fawait Janjikan Madrasah di Jember Dapat Porsi Khusus APBD
Api diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang menjalar cepat ke semak belukar dan rumpun bambu milik Dinas PUPR.
Kepulan asap pekat sempat menerobos ke dalam ruang kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Hanya berselang sehari, Jumat malam, 4 September 2026, kebakaran kembali mengobrak-abrik lahan seluas 2.000 meter persegi milik warga di Jalan Merpati Indah, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.
Kobaran api yang membakar vegetasi kering di tengah kawasan padat itu membutuhkan waktu penanganan hingga dua jam oleh tim gabungan BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri.
Baca Juga: Melaut Kini Lebih Tenang, Pemkab Jember Proteksi Ratusan Nelayan Lewat BPJS Ketenagakerjaan
Anggota TRC BPBD Jember, M. Zaenudin Permana, mengingatkan warga agar menghentikan praktik membakar sampah sembarangan.
Menurut dia, vegetasi kering dan angin kencang menjadi kombinasi berbahaya yang memicu api merambat cepat ke pemukiman.
"Kami mengimbau masyarakat segera melapor jika melihat titik api agar tidak memicu bencana yang lebih luas," katanya, dalam keterangan resminya, (3/9). (mau/dwi)