Aksi Aipda Totok Pikul Jet Shooter Tembus Asap Meru Betiri demi Selamatkan Warga!

Jumai RJ • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 07:00 WIB
Kanit Binmas Polsek Tempurejo Aipda Totok pikul jet shooter padamkan sisa api karhutla di lereng TMNB Sanenrejo. (JUMAI/RADAR JEMBER)
Kanit Binmas Polsek Tempurejo Aipda Totok pikul jet shooter padamkan sisa api karhutla di lereng TMNB Sanenrejo. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Menembus pekatnya asap dan terjalnya medan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Kanit Binmas Polsek Tempurejo Aipda Totok Widarto bergerak dari garis depan.

Mulai dari imbauan masif ke warga hingga memikul jet shooter dan memotong jalur api menuju pemukiman warga.

Terik matahari kemarau terasa membakar kulit di kawasan lereng pegunungan Sanenrejo dan Curahnongko, Kecamatan Tempurejo.

Baca Juga: Bertahun-tahun Merasa Dianaktirikan, Gus Fawait Janjikan Madrasah di Jember Dapat Porsi Khusus APBD

Di tengah kepungan hawa panas dan aroma sangit yang menyengat, Kanit Binmas Polsek Tempurejo Aipda Totok Widarto menyusuri jalan setapak.

Ia mendatangi pemukiman hingga ladang warga untuk menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara masif. Edukasi door to door itu menjadi rutinitas harian Totok menjelang puncak musim kering.

Langkah preventif ini sengaja digencarkan untuk memastikan warga tidak membuka lahan dengan cara membakar atau membuang sisa api sembarangan di area pinggiran hutan.

Namun, ujian kesiapsiagaan itu benar-benar datang ketika kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Resort Sanenrejo.

Baca Juga: Dosen Unmuh Sebut Karhutla di Kalimantan Api Tak Sekadar Soal Kemarau

Kobaran api yang membakar vegetasi kering di areal konservasi tersebut menjalar cepat hingga mendekati kawasan pemukiman warga.

Begitu laporan masuk sekitar pukul 19.00, langkah tanggap darurat langsung diambil.

Totok bersama personel Polsek Tempurejo, petugas TNMB, dan warga sekitar bergerak cepat menerjunkan tim ke lokasi kejadian demi mengamankan permukiman.

Akses medan yang terjal dan kondisi gelap gulita tidak menyurutkan langkah tim gabungan.

Melalui aksi Sabuk Kamtibmas, Totok bersama rombongan menembus tebalnya kepulan asap untuk memutus pergerakan api sebelum menyentuh atap rumah warga.

Di lokasi, Totok memikul tangki penyemprot air (jet shooter) untuk memadamkan bara yang masih menyala di atas tanah berjelaga. "Ini dilakukan upaya pemutusan rantai api kebakaran," ujar Aipda Totok Widarto.

Tak hanya mengandalkan pasokan air, pemadaman dilakukan secara taktis. Totok bahu-membahu bersama warga memotong semak belukar dan membersihkan vegetasi kering di jalur rambatan untuk membuat sekat bakar alamiah agar lidah api tak merembet lebih jauh.

Baca Juga: Melaut Kini Lebih Tenang, Pemkab Jember Proteksi Ratusan Nelayan Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Upaya gotong royong di tengah kegelapan malam tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kobaran api utama berhasil dikendalikan dan pelan-pelan mereda sebelum menjangkau bangunan rumah warga yang berjarak sekitar 200 meter dari titik api terakhir.

Meskipun situasi telah terkendali, Totok dan tim tidak langsung beranjak pergi. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan pasca-pemadaman.

"Kami mengimbau warga agar tetap waspada karena titik api terakhir terpantau berjarak kurang lebih 200 meter dari pemukiman. Jangan sampai lengah jika ada angin kencang," pungkasnya. (dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember kebakaran lahan karhutla TNMB meru betiri