Prinsip itulah yang terus dibangun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember melalui sederet inovasi pelayanan publik.
Transformasi tersebut mengantarkan Kemenag Jember meraih Radar Jember Award 2026 kategori The Public Service Transformation and Integrity Award atau Transformasi Pelayanan Publik Berbasis Integritas.
Kepala Kemenag Jember Dr. H. Santoso, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan beberapa inovasi layanan unggulan instansi yang dipimpinnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Medis! RS Bina Sehat Gandeng Kemenag Jember Siapkan Bimbingan Kerohanian Lengkap Pasien
Salah satu terobosannya adalah optimalisasi program S'GRA NIKAH (Stop Gratifikasi, Sigap Layanan Nikah). Program ini mendorong layanan pernikahan yang bersih, profesional, dan bebas gratifikasi.
“Ada pula program BERSINAR, layanan daring yang dapat diakses 24 jam dan terintegrasi dengan WhatsApp Center. Masyarakat bisa mengakses layanan tanpa dibatasi tempat dan waktu,” paparnya.
Inovasi Kemenag Jember juga menyentuh persoalan sosial. KEMAS (Kemenag Menyapa dan Membantu Sesama) menghadirkan pelayanan berbasis empati dan kepedulian, sedangkan PELITA memperkuat pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Umumkan Tunjangan Guru Kemenag Tertinggi dalam Sejarah, Naik 700 Persen!
Tak berhenti di sana. Kemenag Jember juga menggulirkan Gerbang Cinta'Qu untuk penguatan kecintaan terhadap Al-Qur'an, Gelis Serbu untuk membangun budaya literasi, hingga PAGAR LAPIS yang menjangkau pembinaan keagamaan warga lapas.
Deretan inovasi tersebut menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi bukan sebatas slogan.
“Kemenag Jember mendorong perubahan budaya kerja menuju pelayanan yang bersih, cepat, humanis, inklusif, dan berintegritas,” tandas Santoso.
Transformasi itu sekaligus menjadi modal penting Kemenag Jember dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). (dhi/nur)
Editor : M ADHI SURYA