Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Sosial, RS Bina Sehat Jember Raih Penghargaan RJ Award 2026

M Adhi Surya • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:20 WIB
Penyerahan piala RJ Award 2026 kepada Owner RS Bina Sehat Group dr. Hj. Faida, MMR. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
Penyerahan piala RJ Award 2026 kepada Owner RS Bina Sehat Group dr. Hj. Faida, MMR. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Kemajuan teknologi kesehatan kerap identik dengan fasilitas mahal dan layanan eksklusif. Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember justru mengambil arah berbeda. 

Teknologi terus dikebut, tetapi pelayanan bagi masyarakat kurang mampu tetap menjadi bagian penting dari gerak rumah sakit.

Owner RS Bina Sehat Group dr. Hj. Faida, MMR, mengatakan pengembangan teknologi di RSBS tidak semata-mata untuk mengejar kecanggihan fasilitas.

Baca Juga: Guru Ngaji di Jember yang Terima Bantuan Bola Mata Palsu di Baksos ke-15 RSBS, Terkena Peluru Nyasar di Usia 11 Tahun

Menurutnya, teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat. 

“Teknologi itu penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi jangan sampai kita lupa bahwa di balik setiap pasien ada manusia yang membutuhkan kepedulian,” ujarnya.

Konsistensi tersebut mengantarkan RSBS Jember meraih penghargaan Excellent Private Hospital in Digital Healthcare and Humanitarian Services 2026 dalam ajang Jawa Pos Radar Jember Award 2026. 

Baca Juga: Tembus Puluhan Ribu Pendaftar, RSBS Jember Bagikan Bola Mata Palsu hingga Kacamata Gratis Selama Liburan Ini

Penghargaan itu diberikan atas perpaduan transformasi digital, penguatan teknologi medis, dan pengabdian kemanusiaan yang terus dijalankan.

Salah satu penguatan layanan terlihat dari pengadaan MRI 1,5 Tesla dan CT Scan 128 slice. Perangkat diagnostik tersebut menjadi bagian dari upaya RSBS meningkatkan kemampuan pemeriksaan medis dengan teknologi yang lebih mutakhir.

Layanan itu ditujukan untuk memberikan kemudahan pemeriksaan, baik bagi pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan. 

Di sisi lain, digitalisasi pelayanan juga terus diperluas. Pemanfaatan Mobile JKN memungkinkan pasien melakukan pendaftaran secara daring.

Sistem check-in menggunakan barcode turut diterapkan untuk membuat alur kedatangan pasien lebih praktis sekaligus membantu memangkas waktu tunggu. 

Kemudahan serupa diterapkan dalam transaksi. RSBS menyediakan pembayaran digital melalui QRIS maupun transfer. 

Langkah tersebut menunjukkan bahwa perkembangan layanan tidak hanya menyentuh peralatan medis, tetapi juga pengalaman pasien sejak melakukan pendaftaran hingga menyelesaikan proses administrasi. 

Namun, di tengah akselerasi teknologi itu, RSBS tidak meninggalkan sisi kemanusiaan.

 

Teknologi untuk Perluas Akses Pelayanan

 

ARAH tersebut sejalan dengan visi RSBS, yakni, Mewujudkan pelayanan kesehatan swasta yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dan Ilmu pengetahuan tehnologi berlandaskan iman dan takwa.

Visi tersebut menjadi pijakan dalam pengembangan pelayanan RSBS. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya ditempatkan sebagai upaya memperkuat fasilitas rumah sakit, tetapi juga diarahkan agar pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Karena itu, kehadiran fasilitas medis berteknologi mutakhir berjalan beriringan dengan upaya memberikan kemudahan bagi pasien. 

Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, hingga proses administrasi terus diarahkan agar semakin praktis dan efisien.

Bagi RSBS, teknologi bukan sekadar tentang menghadirkan peralatan terbaru. Lebih dari itu, teknologi diharapkan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi pasien sekaligus meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan. 

Di sisi lain, komitmen terhadap masyarakat kurang mampu tetap dipertahankan. Rumah sakit yang berada di bawah inisiasi Owner RS Bina Sehat Group dr. Hj. Faida, MMR, tersebut konsisten menggelar aksi sosial, termasuk operasi gratis bagi warga kurang mampu.

Baca Juga: RSBS Jember Gandeng Lovepink Gelar USG Payudara Gratis Bagi 100 Perempuan, Cek Jadwalnya

Menurut dia, pelayanan kesehatan harus bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas. Karena itu, modernisasi fasilitas dan digitalisasi layanan perlu berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. 

“Bagi kami, kemajuan teknologi bukan hanya soal memiliki alat yang canggih. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi itu bisa membantu masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan berkualitas,” tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi penting di tengah perkembangan dunia kesehatan yang semakin bergantung pada teknologi. 

Rumah sakit dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi pada saat yang sama tetap menjaga sentuhan kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. 

"Teknologi harus tetap berjalan bersama kemanusiaan. Kami ingin masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan pelayanan terbaik, karena bagi kami kesehatan adalah hak semua orang,” pungkasnya.

Penghargaan tersebut menjadi penegas bahwa kualitas rumah sakit tidak semata diukur dari kecanggihan alat. Bagi RSBS, kemajuan teknologi justru harus membuka akses pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan tetap berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan. (dhi/nur)

Editor : M ADHI SURYA
rumahsakit bina sehat Jember Kesehatan RSBS