Radar Jember – Sumur sedalam sepuluh meter tak lagi banyak membantu warga Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari. Sejak Juli, sumber air di RT 04 RW 07 perlahan menyusut.
Kini, 40 kepala keluarga (KK) di kawasan tersebut harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu diketahui setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember melakukan asesmen beberapa hari lalu.
Dari pengecekan di lapangan, sejumlah sumur warga dengan kedalaman delapan hingga 10 meter sudah mengalami kekeringan. Sementara itu, sumber mata air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga.
Jarak tersebut membuat kebutuhan air bersih warga semakin sulit dipenuhi. Warga pun sudah menyiapkan tandon berkapasitas lima ribu liter milik ketua RT yang dapat digunakan sebagai tempat penampungan ketika bantuan air tiba.
Baca Juga: Gus Fawait Bupati Jember Kirim Pesan Kemanusiaan dan Patriotisme
"Dengan kondisi tersebut 40 KK terdampak, sangat membutuhkan air bersih," kata Edy Budi Susilo, Kepala BPBD Jember.
Kekeringan ini sekaligus menambah daftar lokasi kekeringan di Jember. Sebelumnya, BPBD mencatat sekitar 564 KK di sejumlah wilayah tujuh kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat debit sumber air yang terus menurun.
Wilayah terdampak di antaranya Pakusari, Kalisat, Silo, Bangsalsari, Jelbuk, Sumbersari dan Kecamatan Rambipuji.
Penanganan di sejumlah wilayah terdampak telah dilakukan dengan distribusi air bersih menggunakan armada tangki. Bantuan tidak hanya datang dari BPBD Jember, tetapi juga melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI), Perumda Tirta Pandalungan, serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Jember.
Baca Juga: Gus Fawait Buka Suara! Pemkab Jember Siap Kawal Ribuan PPPK Bertransisi Menjadi PNS
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo sebelumnya menyebut kondisi kekeringan masih berpotensi berlangsung hingga September. "Kami siap siaga. Kami siapkan sumber-sumber air yang sudah diasesmen. Kemudian tandon, tangki, dan tentu saja petugas-petugas kami siap untuk terus memasok air sampai nanti tidak dibutuhkan lagi," ujarnya.
Khusus di Kelurahan Tegal Gede, BPBD merekomendasikan segera dilakukan distribusi air bersih. Rencananya peka ini distribusi akan dilakukan. Selain jumlah warga terdampak yang cukup banyak, tempat penampungan juga sudah tersedia sehingga bantuan dapat langsung dimanfaatkan. Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik kekeringan baru di Jember.
Editor : M. Ainul Budi