Radar Jember – Hari ketiga, kemarin (21/8) pascakecelakaan laut yang menimpa nelayan Puger di perairan Meleman, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, pada Rabu (19/8) lalu, tiga anak buah kapal (ABK) masih dinyatakan hilang.
Dalam peristiwa terbaliknya kapal bernama "Pantes" tersebut, nakhoda berhasil selamat. Sementara satu ABK ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Aiptu Agus Rianto, KBO Satpolairud Polres Jember di Puger mengatakan, pencarian terhadap tiga ABK tersebut masih nihil.
Baca Juga: Legislator Teladan Penggerak Aspirasi dan Pembangunan Daerah, M SATIB Raih Radar Jember Awards
Kondisi tersebut disebabkan cuaca dan ombak yang masih besar. Ketiga ABK yang masih dalam pencarian yakni Muja'i, 58, warga Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger; Moh. Sholihin, 34, warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger; dan Samsul, 45, warga Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger.
“Hingga hari ketiga pencarian, tiga ABK yang hilang masih belum ditemukan. Pencarian terkendala kondisi cuaca,” ucapnya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan para nelayan yang berangkat melaut. "Biasanya kalau ada laka laut hingga ada korban, nelayan juga ikut mencari," kata Agus.
Selain melibatkan tim SAR gabungan, pencarian juga dilakukan oleh anggota keluarga korban dengan menyisir kawasan di sekitar lokasi kejadian. "Selain SAR, ada juga anggota keluarga yang ikut melakukan penyisiran di sekitar kejadian," kata KBO Satpolairud.
Kapal jaring yang dinakhodai Samino, 65, warga Dusun Suling, Desa Bagon, Kecamatan Puger, tersebut membawa empat ABK dan mengalami kecelakaan saat hendak pulang.
Baca Juga: 45 Tokoh Paling Menginspirasi: Peraih Radar Jember Awards 2026 Resmi Diumumkan!
Para nelayan berangkat mencari ikan ke wilayah perairan Meleman, perbatasan perairan Jember dengan Lumajang, pada Selasa (18/8) siang.
Namun, saat hendak pulang, kapal dihantam ombak besar hingga terbawa ke pinggir dan akhirnya terbalik.
"Nelayan berangkat mencari ikan ke wilayah perairan Meleman pada Selasa siang. Saat hendak pulang terjadi ombak besar sehingga kapal terbawa ombak ke pinggir hingga akhirnya terbalik," kata Agus.
Selain melakukan pencarian di sekitar lokasi penemuan kapal yang terbalik, pihaknya juga berkoordinasi dengan nelayan Payangan dan Watu Ulo.
Bahkan, nelayan Payangan yang tergabung dalam SAR Rimba Laut turut melakukan pencarian. Agus menegaskan pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan berkoordinasi dengan para nelayan di wilayah pesisir. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh