Radar Jember - Penghargaan bukan sekadar trofi yang dibawa pulang. Di balik 45 nama penerima Radar Jember Awards (RJ Award) 2026, ada kerja, inovasi, dan kepedulian yang meninggalkan dampak.
Dari panggung apresiasi itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengingatkan satu hal penting: ketahanan pangan tidak cukup hanya mengejar produksi, tetapi harus menyiapkan lahan, teknologi, iklim, dan generasi penerusnya.
Tepuk tangan mengiringi satu per satu penerima penghargaan RJ Award 2026 di Hotel Fortuna Grande, Kamis (20/8). Sebanyak 45 penerima dari berbagai latar belakang mendapat apresiasi atas kiprah dan karya yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Ketika Radar Jember Awards Menjadi Ruang Pertemuan, Tegur Sapa, hingga Temu Kangen
Direktur Jawa Pos Radar Jember Dr Abdul Choliq Baya mengatakan, RJ Award tidak semata-mata menempatkan seseorang atau lembaga sebagai yang terbaik. Lebih jauh, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada mereka yang konsisten menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.
“Penghargaan ini bukan semata siapa yang terbaik, bukan pula sekadar seremoni piagam atau trofi penghargaan,” ujar Abdul Choliq Baya.
Menurut dia, para penerima RJ Award adalah mereka yang mau peduli ketika yang lain mungkin belum peduli. Mau bergerak ketika yang lain masih menunggu. Serta berani melakukan terobosan ketika yang lain masih menjalankan kebiasaan.
Para penerima datang dari berbagai bidang. Mulai pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial politik, seni budaya, pelayanan publik, hingga bidang pengabdian lainnya.
Latar belakang boleh berbeda. Jalan pengabdian juga tidak sama. Namun, ada benang merah yang mempertemukan mereka. Yakni kepedulian, motivasi, inovasi, kreativitas, partisipasi, kinerja, dan karya nyata yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Bupati Lumajang Dapat Penghargaan The Social Solidarity and Zakat Empowerment Leader di RJ Award
Karena itu, RJ Award tidak berhenti pada seremoni tahunan. Penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa karya yang berdampak layak mendapatkan panggung dan apresiasi.
Sementara, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui Kepala Diskominfo Provinsi Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan RJ Award 2026.
Dalam sambutan tertulisnya, Khofifah menilai Jawa Pos Radar Jember selama 27 tahun konsisten mengawal dan mengapresiasi kemajuan daerah sekaligus membuka ruang bagi tokoh, institusi, dan pelaku usaha yang memberikan dampak nyata.
Di tengah derasnya arus informasi dan riuhnya media sosial, tantangan terbesar media bukan lagi sekadar menyampaikan berita. Lebih dari itu, menjaga kepercayaan publik menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan.
Khofifah kembali mengapresiasi dan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Jember yang telah memasuki usia ke-27 tahun. Menurutnya, selama hampir tiga dekade, Radar Jember konsisten mengawal dan mengapresiasi kemajuan daerah.
Media juga dinilai terus menghadirkan ruang bagi tokoh, institusi, dan pelaku usaha yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Namun, di balik peran tersebut, media menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah menjaga kepercayaan publik di tengah banjir informasi yang datang dari berbagai kanal.
Baca Juga: Raih Radar Jember Awards, Widarto Terus Jaga Amanah, Rawat Kepercayaan dan Kembalikan Marwah DPRD
“Menjadi catatan penting bagi kita semua bahwa di tengah banjir informasi, kepercayaan justru menjadi barang yang semakin mahal dan harus terus diperjuangkan,” kata Khofifah.
Meski demikian, terdapat secercah optimisme. Hasil survei Litbang Kompas pada April 2026 menunjukkan kepercayaan publik terhadap media arus utama relatif masih terjaga. Sebanyak 44 persen responden menyatakan percaya kepada media arus utama dalam mengikuti perkembangan berbagai peristiwa, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Angka tersebut menunjukkan media arus utama masih memiliki posisi penting di tengah maraknya media sosial. Masyarakat tetap membutuhkan sumber informasi yang dapat memberikan konteks, klarifikasi, sekaligus validasi terhadap sebuah peristiwa.
“Ini membuktikan bahwa di tengah riuhnya media sosial, media arus utama seperti Jawa Pos Radar Jember tetap menjadi pelabuhan utama bagi masyarakat yang mencari klarifikasi dan validasi atas suatu peristiwa,” ujar Khofifah. (dhi)
Editor : Imron Hidayatullahh