Ketika Radar Jember Awards Menjadi Ruang Pertemuan, Tegur Sapa, hingga Temu Kangen

Dwi Siswanto • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:40 WIB
MENUJU AWARD: Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid berjalan bersama Owner RBS Grup dr Faida menuju lokasi Radar Jember Awards. (YULIO FA/RADAR JEMBER) 
MENUJU AWARD: Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid berjalan bersama Owner RBS Grup dr Faida menuju lokasi Radar Jember Awards. (YULIO FA/RADAR JEMBER) 

Radar Jember - Bukan sekadar piala dan panggung penghargaan. Radar Jember Awards 2026 yang digelar kemarin (20/8) juga menjadi ruang bertemunya banyak kalangan.

Tokoh masyarakat, akademisi, pengusaha, politisi, hingga insan kesehatan dan pendidikan duduk bersama.

Sebagian baru saling kenal, sebagian lainnya justru menemukan kembali kawan lama yang lama tak bersua.

Baca Juga: Bupati Lumajang Terima Penghargaan The Social Solidarity and Zakat Empowerment Leader di RJ Award

Riuh pertemuan bahkan sudah terasa sebelum acara dimulai. Meja registrasi bukan sekadar tempat memastikan nama dan undangan.

Di sana, sapaan demi sapaan muncul pada acara RJ Award yang digelar di Hotel Fortuna Grande, kemarin (20/8)). 

Ada yang berjabat tangan, ada yang langsung berbincang, bahkan ada pula yang membuka kembali cerita masa lalu.

Rektor Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM) Jember, Dr. Suwignyo Widagdo, misalnya. Di tengah kesibukan tamu yang berdatangan, dia menyapa sejumlah kolega. Cerita pun mengalir hingga ketika koleganya mendapatkan beasiswa di ITSM.

Suasana serupa terjadi ketika Suwignyo berjumpa dengan Wakil Rektor Universitas Jember (Unej) Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Bambang Kuswandi.

Baca Juga: Raih Radar Jember Awards, Widarto Terus Jaga Amanah, Rawat Kepercayaan dan Kembalikan Marwah DPRD

“Assalamualaikum, Prof. Apa kabar?” sapa Suwignyo.

Kalimat sederhana itu menjadi pembuka percakapan. Tidak ada sekat antara gelar dan jabatan. Malam itu, semua bertemu dalam suasana yang lebih cair.

Kalimat penuh akrab itu juga tampak saat tamu undangan berjumpa dengan Ketu MUI Jatim, Prof Halim Soebahar.

Semakin mendekati waktu acara, kursi-kursi mulai terisi. Meja bundar yang disiapkan panitia justru menjadi ruang pertemuan yang menarik.

Orang-orang yang sebelumnya mungkin hanya mengenal nama atau jabatan, malam itu duduk bersebelahan.

Baca Juga: Legislator Teladan Penggerak Aspirasi dan Pembangunan Daerah, M SATIB Raih Radar Jember Awards

Kepala SMAN 2 Bondowoso, Holifah Nurazizah, misalnya, turut berbincang dengan sejumlah tokoh asal Jember, termasuk Suwignyo.

Tegur sapa juga terjalin di meja lainnya. Jajaran Kementerian Agama Jember dan Bondowoso tampak larut dalam percakapan.

Begitu pula dengan para pelaku usaha. Pemilik Ampo, Wasili Fadlah, terlihat terlibat dalam diskusi ringan. Ada pula Fera, Ketua PSI Jember sekaligus owner Dira Grup, Indhi Naidha seorang pengusaha sekaligus Anggota DPRD Jember, hingga pengusaha perempuan asal Jember, Puspita Yuandini yang turut bernyanyi di lagu Cantik yang dipopulerkan Kahitna.

Dalam acara itu mereka akhirnya mengenal lebih dekat Khilma Anis, sang penulis buku Hati Suhita yang pernah dibuat film layar lebar. 

Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Bulog Jember, hingga Pimpinan Bank Jatim Jember Taufik Rahmad Saleh juga hadir.

Sementara Owner Bina Sehat Group, dr. Faida, tampak semakin akrab berbincang dengan sejumlah kolega.

Baca Juga: 45 Tokoh Paling Menginspirasi: Peraih Radar Jember Awards 2026 Resmi Diumumkan!

Bukan Hanya Menerima Award, Tapi Juga Bertukar Cerita

Penghargaan yang diberikan malam itu memang menjadi inti acara. Namun, bagi sebagian penerima, ada bonus lain yang tak kalah berkesan: kesempatan bertemu dengan orang-orang yang selama ini hanya ditemui dalam urusan pekerjaan.

Bupati Jember periode 2016–2021, dr. Faida, misalnya, setelah keluar dari ruang award masih dikerumuni sejumlah tamu untuk sekadar berfoto bersama.

Bidan Tyas yang juga menerima penghargaan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang mengenai dunia kesehatan bersama Faida.

“Akhinya bisa foto berdua dengan Bu Faida dan sama-sama meraih penghargaan,” ucap Bidan Tyas.

Momen semacam itu menjadi warna tersendiri. Penghargaan tidak berhenti ketika piala berpindah tangan. Ada perjumpaan, percakapan, dan jejaring yang kembali terhubung.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid juga tidak hanya datang sebagai penerima penghargaan. Dia mendapat kesempatan untuk memberikan award kepada sejumlah tokoh.

Setelah turun dari panggung, permintaan foto bersama pun tak terelakkan. Sejumlah tamu bergantian mengabadikan momen bersama Bupati Bondowoso tersebut.

Kalangan politisi pun menikmati suasana yang lebih santai. “Halo, Mas Wid,” ucap Sinung Sudrajat anggota DPRD Bondowoso yang menyapa anggota DPRD Jember Widarto.

Baca Juga: Tingkatkas SDM dan Peduli Sosial, GPP Jawa Timur Wilayah III raih penghargaan RJ Award 2026!

Keduanya diketahui berada dalam satu partai, PDI Perjuangan. Di luar suasana rapat, sidang, maupun agenda politik, pertemuan itu terasa lebih cair. Sekadar tegur sapa, bercanda, dan berbincang ringan.

Setelah rangkaian penghargaan dan pertemuan usai, suasana belum langsung berakhir. Sajian musik menjadi penutup acara.

Yang menarik, Anggota DPD RI Lia Istifhama daerah pemilihan Jatim secara mengejutkan ikut bernyanyi bersama panitia Radar Jember. Suasana yang sejak awal penuh percakapan berubah menjadi lebih santai.

Lampu panggung mungkin akhirnya diredupkan. Namun, cerita dan pertemuan malam itu justru bisa berlanjut setelah acara selesai. Sampai jumpa di Radar Jember Award berikutnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
radar jember awards RJ Awards Jawa Pos Radar Jember