RADAR JEMBER - Langkah Indonesia menuju kemandirian pangan terus digerakkan secara masif oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang salah satunya oleh unit kerja Pabrik Gula Semboro yang berlokasi di Kab. Jember. Manajemen PG Semboro yang saat ini dipimpin oleh Ari Suprih Adi Susetyo menegaskan komitmen kuatnya demi tercapainya ketahanan pangan melalui swasembada gula nasional.
Tak hanya itu, unit kerja pabrik gula ini juga memberikan kontribusi riil bagi daerah, mulai dari stimulasi perekonomian masyarakat, penyerapan tenaga kerja, hingga menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain fokus pada produksi, PT SGN menekankan betapa krusialnya integrasi hulu hingga hilir dalam ekosistem tebu. Efisiensi di dalam pabrik dinilai tidak akan berarti tanpa adanya jaminan produktivitas langsung dari lahan para petani.
Penguatan ekosistem industri gula pun menjadi fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.
Menurut Ari Suprih, begitu biasa beliau dipanggil, untuk peningkatan produktivitas tebu bisa melalui replanting tanaman tebu yg sudah lama tidak dibongkar, akan di ikutkan ke Program Bongkar Ratoon Kementerian Pertanian (Program CPCL).
Program-program pemerintah melalui Program CPCL yang mana petani diberikan bantuan bibit per ha sebesar 60.000 mata tunas dan biaya garap setara 40 HOK (4 jt/ha) dimana target Kab. Jember seluas 2.500 ha wajib di sukseskan.
Ke depannya menjadi harapan PG Semboro bisa mandiri secara bahan baku tebu, dan tidak tergantung dari kabupaten lain.
Selain itu, pihak PG Semboro juga menghimbau bila ada petani tebu Ingin membongkar tanaman tebu mengikuti program CPCL bisa berkoordinasi ke PG semboro.
Editor : M. Ainul Budi