Dari Bandara hingga UMKM, Gus Rivqy Dorong Konektivitas Menjadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Daera

M Adhi Surya • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:45 WIB
DIRESMIKAN: Dari kiri, Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut, Anggota DPR Rivqy Abdul Halim, dan Bupati Gus Fawait, saat menyalakan sirine menandai pembukaan rute baru penerbangan Jember Surabaya menggunakan Wings Air, di Bandara Notohadinegoro Jember, Senin (1/6).
DIRESMIKAN: Dari kiri, Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut, Anggota DPR Rivqy Abdul Halim, dan Bupati Gus Fawait, saat menyalakan sirine menandai pembukaan rute baru penerbangan Jember Surabaya menggunakan Wings Air, di Bandara Notohadinegoro Jember, Senin (1/6).

Radar Jember - Ukuran kerja legislator tidak berhenti pada seberapa sering aspirasi disampaikan di ruang rapat. Dampak yang terasa di daerah menjadi pembeda.

Bagi Jember dan Lumajang, sejumlah isu yang dikawal H. Rivqy Abdul Halim mulai memiliki kaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satunya konektivitas udara Jember. Kembali beroperasinya penerbangan Jember–Surabaya membuka akses baru bagi warga, pelaku usaha, wisatawan, hingga investor.

Baca Juga: Gus Rivqy Dorong Potensi Jember-Lumajang Naik Kelas Lewat Penguatan UMKM, Koperasi, dan Konektivitas

Rute tersebut juga membuat Jember terhubung dengan jaringan penerbangan yang lebih luas melalui Surabaya. 

Baginya, konektivitas bukan sekadar persoalan transportasi. Ada pergerakan ekonomi yang ikut dibawa.

Pelaku UMKM mendapat peluang memperluas pasar, sementara sektor pariwisata dan jasa memiliki akses lebih besar mendatangkan konsumen dari luar daerah.

Baca Juga: Gus Rivqy Dorong PKPB Jember Lahirkan Kader PKB Militan dan Loyal sebagai Penggerak Partai

“Yang kita dorong bukan sekadar pesawat bisa terbang dari Jember. Lebih jauh, konektivitas itu harus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat,” kata Gus Rivqy.

Dampak lain berada di sektor ekonomi kerakyatan. Di Jember, layanan PLUT-KUMKM kembali berjalan dengan pendampingan usaha, perizinan, sertifikasi, pengemasan hingga pemasaran produk.

Di Lumajang, penguatan koperasi juga menjadi kebutuhan nyata. Hingga 2026 tercatat 818 koperasi binaan, dengan 631 diantaranya aktif.

Rangkaian itu memperlihatkan benang merah perjuangan Gus Rivqy di Komisi VI, membawa kebijakan nasional agar tidak berhenti di Jakarta, tetapi kembali menjadi akses, peluang usaha, konektivitas, dan penguatan ekonomi masyarakat di Jember-Lumajang.

“Jember dan Lumajang harus menjadi daerah yang ikut menikmati pertumbuhan, bukan hanya menjadi penonton. Karena itu, kebijakan nasional harus punya dampak yang bisa dirasakan sampai masyarakat,” tegasnya. (dhi/nur)

Editor : M ADHI SURYA
dapil jember-lumajang Jember PKB Gus Rivqy dpr ri