Thunder Dilarang, Vixion Bermunculan! Intip Akal Cerdik Pedagang Bensin Eceran Antre BBM di Jember

Jumai RJ • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:44 WIB
IKUT ANTRE: Pemandangan SPBU di Desa Wonojati, Kecamatan Wonojati yang melarang motor Thunder, tapi motor Vixion yang punya kapasitas tangki besar ikut antre.  (JUMAI/RADAR JEMBER)
IKUT ANTRE: Pemandangan SPBU di Desa Wonojati, Kecamatan Wonojati yang melarang motor Thunder, tapi motor Vixion yang punya kapasitas tangki besar ikut antre. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Ada yang menarik di sejumlah SPBU wilayah pinggiran Jember. Ketika stok BBM disebut normal, antrean justru masih mengular.

Lebih menarik lagi, pasukan motor Thunder yang biasa wara-wiri mengisi BBM untuk dijual eceran, kini mulai berkurang. Sebagai gantinya, rombongan Yamaha Vixion ikut meramaikan antrean.

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah SPBU, salah satunya SPBU di Dusun Bringinlawang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, kemarin (19/8) pagi. Antrean kendaraan, terutama milik pedagang bensin eceran, terlihat mengular hingga ke jalan raya.

Baca Juga: Dari Jember Kembali Guncang Korsel! Perjalanan Dahsyat Megawati Hangestri

Fenomena ini muncul setelah sejumlah SPBU di wilayah pinggiran mulai melarang pengisian BBM menggunakan Thunder. Motor yang selama ini identik dengan pedagang bensin eceran itu dianggap menjadi salah satu penyebab antrean panjang di SPBU.

Bukannya berhenti, pedagang eceran tampaknya hanya ganti strategi. Jika sebelumnya “pasukan Thunder” mendominasi antrean, kini giliran Vixion. Selain itu, motor matic seperti Honda Vario yang ikut masuk barisan, karena memiliki kapasitas tangki bensin 5,5 liter.

Bahkan, kendaraan roda empat milik pedagang eceran juga terlihat memiliki jalur antrean tersendiri. Sementara pengendara umum harus mengikuti antrean yang sama dengan kendaraan lain.

Padahal, stok BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU terpantau normal. Namun, antrean panjang justru masih menjadi pemandangan yang mudah ditemui. Kondisi itu semakin ramai setelah harga Pertamax naik.

Sebagian pemilik kendaraan kemudian memilih beralih mengisi Pertalite. Alhasil, antrean semakin panjang karena harus berbagi ruang dengan kendaraan yang digunakan pedagang BBM eceran.

Baca Juga: Rich Village Jember raih penghargaan The Sustainable Property Development Excellence, RJ Award 2026

Di SPBU Bringinlawang, misalnya, antrean kendaraan roda empat bahkan mengular hingga ke jalan raya.

Kondisi tersebut terlihat hingga sekitar pukul 10.00. Lukman, 35, warga Ambulu, mengaku harus ikut antre panjang saat hendak mengisi Pertalite menggunakan mobilnya. Menurutnya, pengendara umum seharusnya mendapatkan prioritas, terutama pada pagi hari. 

“Kasihan orang umum yang mau mengisi BBM harus antre lama. Seharusnya kalau masih pagi, orang umum diutamakan, bukan pedagang eceran yang diberi jalur khusus,” katanya.

Dia mempertanyakan kondisi tersebut lantaran stok BBM disebut normal, tetapi antrean masih panjang. “BBM normal, kenapa masih antre panjang dan lama? Ini yang perlu ditertibkan,” pungkasnya.

Sudah Antre, Malah Ditegur

Pantauan Jawa Pos Radar Jember juga menemukan kejadian yang membuat situasi antrean semakin menggelitik. Seorang pengendara mobil terlihat ikut antre di belakang kendaraan yang diduga milik pedagang BBM eceran.

Baca Juga: Bank Jatim Cabang Jember raih The Regional Economic Empowerment Awards dalam RJ Award 2026

Tak lama kemudian, seorang pedagang eceran yang baru keluar setelah mengisi BBM menghampiri pengendara tersebut.

Keduanya sempat terlibat adu mulut karena sang pengendara dianggap ikut mengantre di belakang kendaraan pedagang yang sudah lebih dulu berada dalam barisan.

Situasi tersebut menunjukkan betapa ketatnya perebutan posisi antrean di SPBU. Pengendara umum yang sekadar ingin mengisi BBM pun akhirnya harus berhadapan dengan kendaraan pedagang eceran yang keluar masuk SPBU.

Fenomena antrean panjang kendaraan pedagang BBM eceran juga terlihat di sejumlah SPBU lainnya, seperti SPBU Kertosari dan SPBU Mayang. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember spbu antrean bbm