JEMBER, Radar Jember – Empat bulan menjadi waktu yang cukup bagi Muhammad Ade Saputra, S.E. bersama jajaran Perum Bulog Jember untuk menuntaskan target penyerapan gabah selama setahun.
Capaian tersebut mengantarkan Ade meraih penghargaan The Most Inspiring Leader in Food Security and Supply Chain Excellence 2026, sebagai pemimpin sekaligus tokoh paling menginspirasi dalam ketahanan pangan dan keunggulan rantai pasok tahun 2026.
Penghargaan itu diberikan atas kepemimpinan visioner dan dedikasi Ade dalam memperkuat swasembada pangan di Kabupaten Jember.
Di bawah arahannya, strategi penyerapan tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga diperkuat melalui infrastruktur pascapanen dan perluasan kemitraan pengolahan.
Hasilnya, sepanjang Januari hingga April 2026, Bulog Jember menyerap 166.135 ton Gabah Kering Panen (GKP), setara 84.978 ton beras. Bahkan melampaui target tahunan sebesar 84.500 ton beras.
Kecepatan serapan tersebut tak lepas dari evaluasi terhadap kendala fasilitas pengering atau dryer pada tahun sebelumnya. Ade kemudian memperluas kemitraan makloon agar pengolahan gabah tidak hanya bertumpu pada fasilitas internal.
Jumlah mitra pengolahan pun bertambah menjadi 13 mitra aktif pada 2026. “Kami terus memperkuat kemitraan agar penyerapan gabah dan beras petani bisa lebih cepat,” ujarnya.
Bagi Ade, tercapainya target tahunan lebih awal bukan berarti penyerapan dihentikan. Bulog tetap membuka penyerapan gabah untuk menjaga harga di tingkat petani, terutama saat produksi melimpah.
Hingga awal Agustus ini, realisasi serapan mencapai 183.020 ton gabah atau setara 93.615 ton beras. Capaian itu mencapai 110,25 persen dari target 84.908 ton setara beras. “Target boleh tercapai, tetapi kami berkomitmen agar petani tetap mendapat kepastian harga,” tegasnya.
Penguatan ketahanan pangan juga berjalan beriringan dengan distribusi pangan kepada masyarakat. Bulog Jember mengawal penyaluran Program Bantuan Pangan Nasional yang menyasar 390.744 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh wilayah Jember.
Ketersediaan pangan tidak hanya diukur dari besarnya stok, tetapi juga dari kemampuan memastikan pangan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Bulog, pemerintah daerah, petani, mitra pengolahan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ade menilai penghargaan yang diterimanya bukan semata penghargaan pribadi, melainkan apresiasi terhadap kerja bersama.
Baca Juga: Serbu! Bulog Jember Siapkan 60 Ton Beras Murah Buat Ramadan, Per Hari Dijatah 2 Ton di Setiap Desa!
Ke depan, Ade bersama Perum Bulog Jember dan Pemkab Jember berkomitmen memperkuat koordinasi dan kolaborasi di sektor pangan.
Penghargaan tersebut menjadi pemantik untuk menjaga kinerja sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai salah satu penyangga pangan nasional. “Terpenting bagaimana ketahanan pangan dan kesejahteraan petani terus kita jaga,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : M. Ainul Budi