Radar Jember – Pertumbuhan ekonomi Jember yang terus menunjukkan tren positif ingin dijaga agar semakin terasa manfaatnya bagi masyarakat.
Pemkab tidak ingin pertumbuhan hanya ditopang belanja pemerintah, tetapi juga diperkuat investasi dan pembiayaan perbankan.
Karena itu, sinergi antara Pemkab Jember, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan perbankan menjadi salah satu langkah yang didorong untuk menjaga momentum tersebut
Upaya itu dibahas dalam Bankers Lunch High Level Strategic Dialogue bertajuk “Sinergi Perbankan dan Pemerintah Daerah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Jember” di Kantor OJK Jember, kemarin (18/8) siang.
Forum tersebut dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait, Kepala OJK Jember, Kepala KPwBI Jember, serta seluruh perbankan yang ada di Jember.
Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan, pertemuan tersebut memang dirancang untuk mempertemukan para pimpinan perbankan di Jember.
Mulai bank BPD, bank swasta hingga perbankan lainnya duduk bersama Pemkab Jember, BI, dan OJK. Tujuannya agar masing-masing pihak dapat menyampaikan harapan sekaligus melihat ruang kolaborasi yang bisa dikembangkan.
Menurut Aris, pertemuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja perbankan. Namun, peran perbankan juga diarahkan untuk mendukung pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Antusiasme Tinggi Selama Libur Kemerdekaan, Daop 9 Jember Layani 91.404 Penumpang
Di sisi lain, Pemkab Jember dapat menyampaikan harapan sekaligus aspirasi yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan bisnis perbankan di daerah.
“Jadi supaya kinerja dari perbankan bisa meningkat dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kepala KPwBI Jember Iqbal Reza Nugraha mengatakan, sinergi tersebut menjadi penting karena Jember memiliki potensi perekonomian yang besar.
Bahkan, berdasarkan capaian triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Jember disebut menjadi yang tertinggi di wilayah Sekar Kijang. Angka tersebut menjadi modal yang perlu dijaga agar pertumbuhan tetap kuat.
“Potensi perekonomian di Jember begitu besar. Tentu forum ini untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap tinggi. Bukan hanya tinggi tapi juga inklusif dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan adanya kebangkitan perekonomian di Jember.
Selama ini, belanja pemerintah melalui APBD maupun APBN menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, masih ada sektor lain yang bisa digenjot agar pertumbuhan semakin kuat dan manfaatnya lebih dirasakan masyarakat, yakni investasi.
Menurut Gus Fawait, investasi memiliki kaitan erat dengan sektor perbankan, terutama dalam pembiayaan. Jember juga memiliki potensi dana pihak ketiga yang besar sehingga perlu didorong agar lebih optimal masuk ke kegiatan investasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus memberi dampak langsung terhadap masyarakat.
“Ada potensi dana pihak ketiga yang bisa dioptimalkan di Jember. Dana pihak ketiga di Jember ini adalah yang tertinggi di daerah Sekar Kijang dan kami dorong supaya bisa direalisasikan lebih optimal di semester kedua. Harapannya adalah pertumbuhan ekonomi bisa naik dan ujungnya adalah pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh