Radar Jember - Penambahan satu kendaraan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan Damkarmat Jember.
Sebab, dari enam armada yang sebelumnya tersedia, lima di antaranya telah berusia lebih dari satu dekade dan dinilai sudah waktunya diremajakan.
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menilai penguatan armada semakin penting karena tugas petugas damkar kini tidak hanya berkaitan dengan kebakaran.
Masyarakat juga mengandalkan mereka untuk berbagai kondisi darurat, mulai evakuasi hingga penyelamatan hewan.
“Fungsi tugas teman-teman pemadam kebakaran semakin banyak. Masyarakat menghubungi damkar bukan hanya pada situasi ada kebakaran,” kata Halim, kemarin.
Karena itu, DPRD Jember mendorong pengadaan armada dilakukan secara bertahap. Halim menyebut kebutuhan peremajaan hampir menyeluruh sehingga penganggaran harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “
Di tahun depan kami alokasikan satu lagi sambil dilihat potensi anggarannya. Kalau memungkinkan, kami usulkan bisa dua kendaraan,” terangnya.
Penguatan armada juga berkaitan dengan rencana memperluas jangkauan pos damkar. Saat ini, terdapat tiga pos layanan yang menopang operasional Damkarmat Jember.
Baca Juga: Tegaskan Pentingnya Mandiri! Dandim 0824 Jember Minta Generasi Muda Buktikan Bangsa Ini Berdikari
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi tujuh pos di berbagai wilayah Jember.
Dengan penambahan titik layanan, waktu tempuh petugas menuju lokasi kejadian diharapkan dapat dipangkas.
Hal itu dinilai penting mengingat penanganan kebakaran dan kondisi darurat sangat bergantung pada kecepatan respons.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, penambahan armada tahun ini merupakan respons pemerintah daerah terhadap aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan keterbatasan kendaraan damkar.
Armada baru tersebut juga diproyeksikan mampu menjangkau jalan-jalan yang lebih sempit sehingga kendala akses tidak lagi menjadi penghambat pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya pelayanan Damkar di Kabupaten Jember bisa lebih baik lagi,” harap Gus Fawait. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh