Biar Tak Bikin Bosan! Waka SMKN 5 Jember Bocorkan Trik Asyik Kenalkan Upacara dan Nasionalisme ke Anak Sejak Dini

Sidkin • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 08:00 WIB
SERU: Kegiatan lomba mewarnai dengan tema kemerdekaan menjadi salah satu cara mengenalkan serunya kegiatan upacara bendera bagi anak-anak usia dini seperti yang dilakukan di Museum Telu, kemarin (16/8). (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
SERU: Kegiatan lomba mewarnai dengan tema kemerdekaan menjadi salah satu cara mengenalkan serunya kegiatan upacara bendera bagi anak-anak usia dini seperti yang dilakukan di Museum Telu, kemarin (16/8). (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Pendidikan upacara bendera tak seharusnya selalu identik dengan berdiri dalam barisan, panas-panasan, dan menunggu hingga rangkaian acara selesai.

Sejak usia dini, kegiatan yang menjadi bagian dari pembentukan karakter dan nasionalisme itu justru perlu dikenalkan sebagai aktivitas yang menyenangkan.

Guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kurikulum SMKN 5 Jember, Siti Nurkhayati, menilai upacara bendera perlu dikemas agar tidak terkesan sebagai kegiatan yang menyusahkan atau membosankan.

Baca Juga: Rayakan HUT RI, Warga Perumahan Milenia Jember Nobar Seni Merayu Tuhan di Bioskop

Sebaliknya, upacara dapat menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa.

Menurut Siti, pendidikan mengenai upacara dan penghormatan terhadap bendera Merah Putih idealnya sudah dimulai jauh sebelum anak memasuki usia sekolah. Salah satu caranya adalah membiasakan anak-anak mengenal bendera Merah Putih melalui kegiatan yang menyenangkan.

“Misalnya melalui lomba mewarnai dengan tema kemerdekaan. Ada tiang bendera, bendera Merah Putih, dan ekspresi anak yang bahagia. Secara tidak langsung membuat alam bawah sadar anak bahwa upacara itu kegiatan yang asyik,” ujar Siti.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut dapat menjadi bagian dari proses menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak usia dini.

Ketika anak memiliki pengalaman positif dengan simbol-simbol kemerdekaan, mereka diharapkan memiliki pandangan yang lebih positif ketika nantinya mengikuti upacara bendera di sekolah.

Baca Juga: Bukan Cuma Tindakan Medis! Dosen Unmuh Jember Beberkan Pentingnya Spiritual Care bagi Pasien Kritis

Memasuki usia pelajar, suasana upacara juga dapat dibuat lebih menarik dengan melibatkan lebih banyak siswa sebagai petugas. Siti menyarankan agar petugas upacara dilakukan secara bergilir, bukan hanya siswa yang itu-itu saja.

Menurutnya, semakin banyak siswa yang terlibat, semakin besar pula kesempatan mereka untuk memahami tata cara pelaksanaan upacara sekaligus nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Semakin banyak orang yang terlibat dalam kegiatan upacara, mereka akan memahami dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap kegiatan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, untuk upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI, sekolah dapat menghadirkan berbagai kegiatan kreatif. Salah satunya melalui teatrikal yang menceritakan perjuangan para pahlawan, disertai kegiatan lain yang mampu membuat suasana peringatan kemerdekaan lebih hidup.

Menurut Siti, kreativitas tersebut dapat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan upacara rutin setiap pekan. Pesan perjuangan dan kemerdekaan pun dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik sehingga mudah diterima dan membekas bagi siswa.

Baca Juga: Bayar Sekali Bebas Parkir Setahun! Pemkab Jember Patok Tarif Mobil Rp 80 Ribu Mulai Oktober 2026

“Adanya teatrikal yang menceritakan pahlawan dan kegiatan lainnya itu juga membuat hasrat bahwa upacara itu menyenangkan,” ungkapnya.

Dengan pendekatan yang kreatif dan melibatkan siswa secara aktif, upacara bendera diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas sekolah.

Lebih dari itu, upacara dapat menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan. (kin/dwi) 

Editor : Imron Hidayatullahh
upacara bendera parenting HUT Kemerdekaan RI SMKN 5 Jember Nasionalisme