Radar Jember – Setiap Agustus, suasana kemerdekaan kembali terasa di berbagai penjuru daerah. Bendera Merah Putih berkibar, lagu-lagu perjuangan kembali terdengar, dan masyarakat bersiap mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI.
Di tengah suasana itu, upacara agustusan semestinya bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi kesempatan untuk kembali menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara, terutama di kalangan generasi muda.
Upacara menjadi salah satu cara sederhana untuk mengingat kembali bagaimana kemerdekaan diperjuangkan.
Baca Juga: Rayakan HUT RI, Warga Perumahan Milenia Jember Nobar Seni Merayu Tuhan di Bioskop
Namun, maknanya akan lebih terasa ketika semangat yang dibangun di lapangan upacara dibawa ke kehidupan sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja hingga ikut menjaga dan memajukan lingkungan sekitar.
“Merdeka artinya kita optimis, merdeka artinya kita semangat khususnya memajukan bangsa dan negara kita,” ujar Letkol Inf. Rifqi Muhammad Syuhada, Dandim 0824 Jember, Jumat (14/8).
Menurut Rifqi, semangat kemerdekaan juga tercermin dari keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri.
Masyarakat dapat menunjukkan sikap bela negara dengan ikut menyelesaikan persoalan di lingkungannya dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Kita tunjukkan bahwa kita berdaulat di atas kaki sendiri, mampu menyelesaikan semua permasalahan sendiri. Jadi tidak perlu lagi bergantung dengan bangsa asing,” katanya.
Baca Juga: Bebas Macet 2029! Gus Fawait Temui BBPJN Kejar Proyek Flyover Mangli hingga Penuntasan JLS Jember
Rasa cinta tanah air itu perlu dikenalkan sejak anak-anak agar tumbuh menjadi bagian dari keseharian mereka.
Orang tua dan sekolah memiliki ruang besar untuk mengenalkan arti kemerdekaan dengan cara yang dekat dengan dunia anak, sekaligus mengajarkan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Apalagi, generasi muda saat ini hidup di tengah arus informasi yang begitu terbuka sehingga mereka membutuhkan bekal untuk memahami sekaligus menyaring informasi yang diterima.
Karena itu, semangat bela negara juga berkaitan dengan kemauan untuk terus belajar dan memperluas pengetahuan.
Generasi muda tidak cukup hanya memiliki banyak informasi, tetapi juga perlu memahami aturan dan ketentuan agar dapat bersikap secara tepat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita harus banyak literasi. Jangan sampai malah miskin literasi, miskin mengenai legal sistem sehingga dalam hal ini berbuat ya sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Tindakan Medis! Dosen Unmuh Jember Beberkan Pentingnya Spiritual Care bagi Pasien Kritis
Apa yang ditanamkan kepada anak-anak hari ini menjadi bekal bagi perjalanan bangsa di masa mendatang.
Orang tua menanamkan nilai-nilai tersebut di rumah, sekolah memperkuatnya melalui pendidikan, sedangkan anak muda mempersiapkan diri untuk mengambil peran sesuai porsinya.
“Kita punya porsi masing-masing. Anak muda menyiapkan dirinya saat nanti Indonesia Emas 2045 menjadi era Indonesia yang luar biasa,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh