Radar Jember – Potensi tabrakan adu banteng, rupanya tidak hanya di darat saja. Di laut hal itu bisa terjadi.
Seperti yang hampir terjadi jukung speed bertuliskan Putra Dewa.
Niatnya hindari tabrakan sesama jukung dari depan, justru Putra Dewa berakhir dengan menghantam karang.
Jukung speed Putra Dewa mengalami patah kemudi di sekitar plawangan, kemarin (13/8) sekitar pukul 04.30.
Jukung milik Mahmud, 42, warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, itu hendak berangkat melaut bersama dua anak buah kapal (ABK).
Saat memasuki plawangan, Mahmud berpapasan dengan jukung nelayan yang baru pulang melaut.
Kondisi muara yang semakin sempit membuat Mahmud memilih menepi ke sisi kiri untuk menghindari adu banteng.
Namun, langkah tersebut justru membuat bagian bawah speed menghantam karang hingga kemudinya patah.
“Beruntung saat kemudi patah itu masih sebelum pintu plawangan. Jadi kami masih bisa keluar lagi dengan cara didayung,” kata Mahmud yang juga menjadi nahkoda speed tersebut.
Mahmud mengaku baru berangkat setelah salat Subuh. Dia bersama seorang anak dan temannya berencana melaut seperti biasa.
“Kalau tidak menghindar saat berpapasan dengan speed yang pulang melaut, bisa tabrakan,” ujarnya.
Meski mengalami kerusakan, speed tersebut masih bisa dikendalikan untuk keluar dari area muara.
Mahmud kemudian mengganti kemudi yang patah dengan meminjam milik nelayan lainnya.
Setelah kemudi terpasang, Mahmud bersama dua ABK kembali melanjutkan perjalanan untuk melaut.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kondisi muara sungai yang semakin sempit membuat nelayan harus bergantian ketika hendak keluar maupun masuk.
Terlebih, sejumlah nelayan yang pulang melaut menggunakan berbagai jenis perahu, mulai jukung, sekoci, hingga speed.
Kondisi tersebut membuat nelayan yang hendak berangkat melaut harus menunggu di sekitar muara agar tidak terjadi benturan dengan perahu yang sedang masuk. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh