Mobil Medis Tak BISA Lewat! Pemkab Jember Bakal Kerahkan Motor OPD Buat Nakes Homecare Di Medan Ekstre

Maulana RJ • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:31 WIB
PUNYA KETERBATASAN: Mobil operasional Homecare Pemkab Jember untuk menyasar warga di 226 desa, 22 kelurahan, di 31 kecamatan. Kendati begitu, mobil ini dirasa belum mampu menyentuh pasien yang berlokasi di medan ekstrem, khususnya daerah pegunungan. (MAULANA/RADAR JEMBER)
PUNYA KETERBATASAN: Mobil operasional Homecare Pemkab Jember untuk menyasar warga di 226 desa, 22 kelurahan, di 31 kecamatan. Kendati begitu, mobil ini dirasa belum mampu menyentuh pasien yang berlokasi di medan ekstrem, khususnya daerah pegunungan. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Medan ekstrem berupa perbukitan dan dataran tinggi menjadi tantangan utama pelaksanaan program layanan kesehatan Home Care di Jember, salah satunya di wilayah Puskesmas Sumberbaru.

Pasalnya, di kecamatan ujung barat Jember ini, dari enam desa sasaran, tidak seluruhnya dapat dijangkau menggunakan armada mobil operasional medis.

​Kepala Puskesmas Sumberbaru Jember, A. Bawin Budiharto, mengungkapkan bahwa keterbatasan akses geografis memaksa tim medis di lapangan memutar otak. Jalur terjal menuju permukiman warga kerap tak memadai untuk dilintasi kendaraan roda empat Home Care.

Baca Juga: Bikin Mewek! Bupati Jember Temukan Lansia Sebatang Kara Berjuang Sendiri Saat Tinjau Layanan Homecare

​"Wilayah kami mencakup enam desa di dataran tinggi yang tidak semuanya bisa dilalui mobil Home Care," akunya, saat ditemui, (9/8).

​Menyiasati kendala itu, pihak Puskesmas mengaku telah menyiapkan skema dan inovasi teknis agar pelayanan kesehatan tetap sampai di depan pintu rumah warga sasaran.

Bawin mengakui, keterbatasan infrastruktur jalan tidak boleh menyurutkan komitmen tim medis untuk menyisir setiap sasaran yang telah terdata.

"​Berdasarkan data Puskesmas Sumberbaru, total sasaran program Home Care mencakup 456 warga, 146 ibu hamil, serta 28 balita terindikasi stunting. Seluruh sasaran tersebut harus dikunjungi secara rutin setiap bulan," katanya.

​Selain kunjungan terjadwal, masyarakat juga dapat mengakses layanan darurat di luar jam kerja melalui dua jalur penanganan. Pertama, jalur koordinasi reguler antara Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Dapat Amunisi Tambahan 223 Miliar! DPRD Jember Belum Putuskan Rencana Utang 786 Miliar Pemkab

Kedua, lanjut dia, memanfaatkan kanal pengaduan Wadul Guse yang nantinya didisposisikan langsung ke dinas teknis hingga ke petugas Puskesmas di lapangan.

"Prinsipnya, kami pelaksana di lapangan siap berproses dan beradaptasi menjalankan instruksi. Petugas tetap melaksanakan home care sesuai sasaran," katanya.

Terpisah, Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku tengah memperhitungkan aset sepeda motor yang belum optimal penggunaannya di seluruh OPD Pemkab Jember.

Nantinya, kata dia, sepeda motor inilah yang akan digunakan tim medis Homecare dari masing-masing Puskesmas untuk menjangkau lokasi pasien yang berada di medan ekstrem.

​"Kami cek motor di OPD yang tidak optimal, kita alihkan ke puskesmas. Supaya petugas medis bisa tembus ke daerah berakses sulit dan langsung menyentuh masyarakat," imbuh Gus Fawait. (mau/dwi)
 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
homecare wadul g Pemkab Jember Jember layanan kesehatan