6 Bulan Magang Nasional Jangan Cuma Cari Pengalaman, Terapkan Strategi Ini agar Dilirik Perusahaan

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:48 WIB
Trik dilirik perusahaan selama magang.
Trik dilirik perusahaan selama magang.

RADAR JEMBER – Bagi peserta Magang Nasional, enam bulan berada di perusahaan bukan sekadar waktu untuk menyelesaikan kewajiban program.

Masa tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengenalkan kualitas diri kepada perusahaan.

Jika mampu memanfaatkannya dengan baik, pengalaman magang bahkan dapat membuka peluang untuk melanjutkan karier di tempat yang sama.

Baca Juga: Bukan Cuma Uang Saku, 5 Hal yang Bisa Didapat Peserta Magang Nasional Selama 6 Bulan

Peluang tersebut bukan sekadar kemungkinan, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sebelumnya mengungkapkan adanya perusahaan yang merekrut peserta magang setelah melihat kinerja mereka selama program.

Berdasarkan pemantauan Kemnaker pada pelaksanaan sebelumnya, terdapat perusahaan yang merekrut sekitar 20 hingga 30 persen peserta magangnya.

“Berdasarkan monitoring yang kita lakukan, respons dari perusahaan, saya lihat sangat baik ada yang sudah merekrut 20 persen dari yang magang, ada yang sudah 30 persen dan ini yang sekarang sedang kita data,” kata Yassierli saat penutupan Program Magang Nasional Batch I, April 2026 lalu.

Karena itu, peserta sebaiknya tidak datang ke tempat magang hanya dengan pola pikir sebagai orang yang sedang belajar.

Kinerja sehari-hari justru menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan. Menyelesaikan tugas tepat waktu, memahami arahan mentor, berani bertanya ketika belum memahami pekerjaan, serta mampu bekerja sama dengan tim dapat menjadi bagian dari penilaian tidak tertulis di lingkungan kerja.

Baca Juga: Sudah Lolos Magang Nasional? Ini 6 Hal yang Wajib Disiapkan Sebelum Hari Pertama Kerja

Sikap profesional juga penting karena selama enam bulan perusahaan memiliki cukup waktu untuk mengenali kemampuan dan karakter peserta.

Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Yassierli bahwa perusahaan memiliki pertimbangan tersendiri ketika sudah mengenal kemampuan peserta selama masa magang.

“Karena bagi perusahaan, mencari kandidat itu tidak mudah. Jadi ketika (peserta) sudah hadir di sini enam bulan, maka untuk apa perusahaan cari yang lain kalau spesifikasinya memenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuat perusahaan dapat melihat langsung kecocokan peserta dengan kebutuhan pekerjaan. Agar enam bulan tidak berlalu begitu saja, peserta dapat mulai membangun rekam kerja sejak hari pertama.

Setiap tugas yang berhasil diselesaikan dapat dicatat, begitu pula keterampilan baru, proyek yang pernah dikerjakan, maupun kontribusi yang diberikan kepada tim. Catatan tersebut nantinya dapat membantu peserta ketika memperbarui CV atau mengikuti proses rekrutmen.

Di sisi lain, peserta juga perlu menjaga komunikasi dengan mentor dan rekan kerja karena hubungan profesional yang terbangun selama magang dapat menjadi bagian dari perjalanan karier berikutnya.

Program Magang Nasional Angkatan II 2026 sendiri menargetkan 150 ribu peserta dan dibuka secara bertahap. Pada Batch I, sebanyak 46.160 peserta telah ditetapkan untuk mengikuti program. Pemerintah sejak awal juga menempatkan program tersebut sebagai jembatan bagi lulusan baru menuju dunia kerja.

Baca Juga: Magang Nasional Batch 2 Dibuka September, Siapa yang Masih Boleh Daftar? Ini Syaratnya

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyebut pengalaman magang dapat membantu peserta lebih mudah terserap setelah program berakhir.

“Perusahaan-perusahaan lain tentu saja ingin mengambil yang sudah berpengalaman,” kata Teddy saat membuka pendaftaran Angkatan II pada Juni 2026.

Pada akhirnya, enam bulan Magang Nasional akan bernilai sejauh mana peserta memanfaatkannya. Datang tepat waktu dan menyelesaikan tugas memang penting, tetapi menunjukkan perkembangan, membangun kepercayaan, dan meninggalkan kesan profesional dapat membuat pengalaman tersebut jauh lebih berarti.

Sebab, bagi sebagian peserta, akhir masa magang bukan berarti perjalanan selesai, melainkan bisa menjadi awal ketika perusahaan mulai melihat mereka bukan lagi sebagai peserta magang, tetapi sebagai calon tenaga kerja yang layak dipertahankan.

Penulis : Siti Roihani

Editor : Imron Hidayatullahh
magang nasional MagangHub kemnaker Menaker Yassierli