Bawa Budaya Pandalungan ke Ajang Internasional! SMPN 2 Jember Sabet 6 Trofi di IJMC 2026 Berkat Perpaduan Marching Band dan Tari

Sidkin • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:00 WIB
JUARA: Tim Marching Band dan Tari SMPN 2 Jember berfoto bersama Kepala SMPN 2 Jember Heru Wahyudi saat IJMC 2026, akhir pekan lalu. Tim Gistara Spada berhasil meraih 6 juara internasional. (SMPN 2 JEMBER)
JUARA: Tim Marching Band dan Tari SMPN 2 Jember berfoto bersama Kepala SMPN 2 Jember Heru Wahyudi saat IJMC 2026, akhir pekan lalu. Tim Gistara Spada berhasil meraih 6 juara internasional. (SMPN 2 JEMBER)

Radar Jember - Suara perkusi terdengar bersahutan dengan tiupan pianika ketika barisan Gistara Spada SMPN 2 Jember tampil dalam nomor Street Parade International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 akhir pekan lalu.

Namun, perhatian publik bukan hanya tertuju pada deretan pemain marching band dan color guard. Gerakan para penari ikut mengalir, menghadirkan nuansa tari tradisional yang membuat penampilan Gistara Spada terasa berbeda.

Tim marching band SMPN 2 Jember ini berhasil meraih enam prestasi dalam IJMC 2026. Yakni Juara 1 Kostum Terbaik Senior, Juara 2 Mayoret Terbaik Senior, Juara 1 Color Guard Terbaik Senior, Juara 2 Musik Terbaik Senior, Juara 1 Best Performance, serta Juara 2 Street Parade.

Baca Juga: Sekali Jalan Dua Masalah Beres! Pemkab Jember Sinergikan Layanan Kesehatan Dan Program RTLH

Raihan tersebut menjadi buah dari konsep pertunjukan yang memadukan kekuatan marching band modern dengan seni tari dan budaya lokal. Guru pendamping marching band SMPN 2 Jember, Nirmala Hidayatni, mengatakan konsep saat street parade tersebut memang sengaja dibuat berbeda.

Jika pada ajang sebelumnya Gistara Spada berkolaborasi dengan musik patrol, kali ini mereka menggandeng ekskul tari untuk membawa tema Pandalungan. “Sebelumnya kami ingin yang unik dan menarik. Sekarang kami ingin mengangkat tarian dari ekskul tari SMPN 2,” jelasnya.

Tema Pandalungan tidak hanya terlihat dari gerakan para penari. Unsur budaya tersebut juga hadir dalam kostum hingga properti yang digunakan. Bahkan, maskot pertunjukan membawa simbol kopi sebagai salah satu identitas yang ingin ditonjolkan.

Perpaduan itu membuat penampilan marching band tidak sekadar menjadi pertunjukan musik berjalan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenalkan seni dan budaya lokal Jember ke dunia internasional. Menyatukan dua ekskul dengan karakter berbeda tentu bukan pekerjaan singkat.

Persiapan konsep sudah dilakukan sekitar dua bulan sebelum tampil, sementara latihan intensif dilakukan sekitar tiga minggu terakhir dengan durasi tiga hingga empat jam setiap sore. Pun itu juga dilakukan untuk nomor pertandingan lain yang diikuti di IJMC.

Baca Juga: Kekeringan Meluas di Jember! Ratusan KK di Lima Kecamatan Kesulitan Air Bersih, Kawasan Kota Terdampak

Semangat tersebut juga datang dari para siswa. Tidak sedikit anggota baru, terutama siswa kelas VII, yang harus menyesuaikan diri dengan kakak kelas dan materi yang sudah berjalan.

Bahkan, latihan tidak selalu ketika jadwal sekolah selesai. Pemain pianika terbiasa memanfaatkan waktu luang untuk berlatih secara mandiri. Nirmala menyebut semangat anak-anak menjadi salah satu kunci kekompakan tim.

“Anak-anak itu memang semangat untuk menang luar biasa. Terus mereka karena suka, karena semangat, kepengin menampilkan yang terbaik untuk sekolah, terus untuk diri mereka sendiri juga,” katanya.

Bagi Keenan Khaizuran Athar, siswa kelas IX D dari divisi perkusi, menjaga semangat selama latihan menjadi tantangan tersendiri. Ketika suasana hati sedang kurang baik, keinginan untuk meraih juara menjadi salah satu cara untuk kembali fokus. “Ya lawan. Terus menekankan untuk keinginan untuk juara,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan Shabrina Hamidah Zain, siswa kelas IX F dari divisi color guard. Kebersamaan dengan teman-teman membuat rasa lelah maupun suasana hati yang kurang baik lebih mudah dilewati.

Baca Juga: Edukasi Halalan Thayyiban dan Pangan Lokal, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting di Jember

Dukungan satu sama lain itu pula yang membuat anggota Gistara Spada semakin kompak ketika harus menyatukan gerakan dan musik dalam satu pertunjukan.

“Kami sering kumpul. Kalau begitu, langsung hilang gitu rasa bad mood-nya. Karena mereka juga sering menghibur dan sering mengajak aktivitas yang bisa melupakan masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Jember Heru Wahyudi mengatakan sekolah terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan prestasi, termasuk melalui kegiatan nonakademik.

Dukungan diberikan sejak proses latihan hingga mengikuti kompetisi, dengan tetap menjaga agar aktivitas tersebut tidak mengganggu kewajiban belajar. Sekolah, lanjutnya, juga membangun komunikasi dan kolaborasi dengan guru pendamping serta paguyuban wali murid marching band untuk mendukung perkembangan Gistara Spada.

“Kami tentu mendukung penuh kegiatan anak-anak, karena ini bagian dari pengembangan potensi dan prestasi siswa. Yang penting, kegiatan nonakademik tetap berjalan seimbang dengan akademik,” ujar Heru.

Baca Juga: Kisah Sederhana nan Mengharukan! Ibu Tangguh di Jember Ini Kerja Jadi Buruh Tebu demi Topang Suami yang Stroke

Menurut Heru, semangat siswa berlatih secara mandiri menjadi modal penting dalam menjaga dan meningkatkan prestasi. Ia bahkan melihat sendiri bagaimana siswa memanfaatkan waktu istirahat untuk berlatih pianika.

Bagi sekolah, proses tersebut sama pentingnya dengan hasil perlombaan karena melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan kemampuan mengatur waktu. “Saya lihat anak-anak itu ngapain di lapangan. Oh ternyata anak-anak pianika ini latihan. Alhamdulillah, anak-anak itu akademik jalan nonakademik juga,” terangnya. (kin/c2/dwi)

Bottom of Form

 

Editor : Imron Hidayatullahh
smpn 2 jember IJMC International Jember Marching Carnival marching band